Rabu, 17 Juli 2013

Kentang Panggang (Roasted Potatoes)

Kentang panggang ini adalah salah satu masakan favorit suamiku, bahkan sebelum jadi suami juga dia udah suka banget sama kentang panggang ini. Hihihihi...
Resepnya dulu aku peroleh dari salah satu temanku, namanya Siska, yang juga menjadi salah satu inspirasiku belajar baking dan cooking. Dulu gara-gara liat postingan kentang panggang di blog Siska akhirnya aku ngiler dan minta dibagi resepnya. Setiap buat kentang panggang ini pun jadi teringat Siska yang sekarang sedang berguru ke New Zealand untuk menjadi master baking. Hmmm...apa kabar ya Siska sekarang? :) Hal yang paling menyenangkan dari memasak atau membuat kue adalah ketika yang kita buat selalu membangkitkan memori indah akan seseorang. Btw..trimakasih bocoran resepnya ya Sis...:)#IndahnyaBerbagi

Bahan:
1 kg kentang, kupas dan potong-potong sesuai selera. Kukus hingga setengah matang.
200 gr ayam/sapi cincang atau tuna yang disuwir-suwir (lebih banyak lebih enak sih.hihihi..)
Bumbu:
5 siung bawang putih ukuran besar, keprek dan iris-iris
1 buah bawang bombay ukuran kecil, iris-iris
1/2 buah paprika merah, iris-iris
saos tomat secukupnya (bisa pakai tomat diparut sekitar 3-4 buah ukuran besar)
1 sdt oregano
1 sdt mixed herbs
1/2 sdt merica bubuk
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
Cara Membuat:
1. Saos Siram:Tumis bawang putih dan bombay sampai wangi dan layu. Masukkan secara berurutan paprika, ayam cincang, saos tomat dan bumbu-bumbu lainnya sambil diaduk sampai tercampur rata. Beri sedikit air dan masak sampai ayam matang dan menjadi saos yang agak kental.Angkat dan sisihkan.
2. Finishing: Tata kentang dalam pinggan tahan panas, dan setiap lapisan kentang sirami dengan bumbu saos siram tadi. Kemudian beri parutan mozarella (optional) dan panggang dalam oven dengan suhu 150 dercel selama 20-30 menit. 

Selamat mencoba :)

Jumat, 12 Juli 2013

Brokoli Siram


Masakan mudah tapi berkelas restoran? Ya brokoli siramlah jawabannya :) 
Bumbunya sangat mudah, bahan-bahannya pun dijual dipasar dan masaknya cepat bangetttt...jadi yang suka brokoli dengan cara masak yang mudah tapi sehat? Hayuukkkk segera dipraktekin resep ini yaaa...
Resep ini semalam juga menjadi bagian jamuan makan malam bersama teman-temanku yang makan malam di rumahku. Dan ternyata ini sayur favorit tamu-tamuku...terbukti dengan begitu cepatnya si brokoli siram ini ludes dan tandas. Hihihihi..
Bahan:
500 gr brokoli, potong sesuai ukuran yang diinginkan
150 gr ayam cincang
Bumbu:
4 siung bawang putih, krepek dan iris-iris
1/2 bawang bombay, iris-iris
1/2 buah paprika merah, iris-iris
Garam secukupnya
Saus tiram secukupnya
Air secukupnya, kentalkan dengan sedikit maizena

Cara Membuat:
1. Cuci bersih brokoli dan kukus hingga matang. Sekitar 15 menit dan masih kriuk-kriuk yaaa..
2. Angkat dan langsung rendam dalam air es, untuk menghentikan proses pemasakan agar brokoli tetap hijau cantik dan kriuk-kriuk. Tiriskan dan tata dalam piring saji.
3. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga wangi dan layu. Masukkan paprika dan ayam cincang. Aduk hingga ayam berubah warna dan paprika agak lemas. Beri garam dan saus tiram. Tuang sedikit air (yang tanpa maizena), masak hingga ayam matang. Lalu tuang 3-4 sdm air yang telah dicampur maizena. Aduk sebentar hingga mengental. Angkat dan siramkan pada brokoli. Hidangkan.

Peanut Cookies (Kue Kering Kacang)

Banyak orang bilang kacang itu sumber jerawat, dan pada akhirnya banyak orang yang takut makan kacang. Tapi buat aku sih aman-aman aja dengan kacang. Apalagi kalau makan coklat kacang favoritku yang dijual di supermarket dengan inisial 'C' itu..rasanya ga bisa brenti ngunyah deh..*rakus.com*
Kali ini aku buat kukis kacang yang rasanya sangat enak dan lembut membelai lidah. Bukan promo bukan pula jualan *syukur ada yang order ga bakal nolak juga sih :p*
Aku buat kukis ini 2 hari yang lalu, atas request seorang tetangga yang juga teman yang tergila-gila dengan si kukis kacang ini. Soalnya minggu lalu dia aku kasih icip-icip dan katanya rasanya mirip seperti yang biasa dia makan jaman sekolah dulu. Tapi berhubung sekarang yang jual ga tau dimana akhirnya ga pernah makan lagi deh..hihihi..
Ternyata kukis buatanku membangkitkan kenangan masa sekolah temanku itu ya..Baiklah mari kita lihat resepnya dan nostalgia masa lalu dilanjutin besok aja ;)
O iya..resepnya tetap dr milis tercinta yang sangat murah hati, baik budi serta penuh kasih NCC yaaa...dengan sedikit modifikasi:)
Bahan:
125 gr tepung terigu (aku pake Kunci Biru)
50 gr gula halus
65 gr selai kacang (aku pake Morin)
50 ml minyak goreng (aku pake SunCo)
1 sdm susu bubuk (aku pake Dancow)
1/4 sdt garam
1 sdt mentega
Bahan Olesan:
2 kuning telur, kocok lepas dengan 1 sdt susu cair (kali ini aku pake 1/2 sdt minyak goreng)


Cara Membuat:
1. Aduk rata gula halus, selai kacang, susu, minyak goreng dan mentega hingga rata (paling enak aduknya pakai whisker supaya cepat nyampurnya). Bila sudah tercampur masukkan tepung terigu secara bertahap sambil aduk hingga rata menggunakan sendok kayu.
2. Masukkan adonan yang sudah kalis tadi ke kulkas selama 15-30 menit.
3. Bentuk adonan bulat-bulat, tata dalam loyang dan panggang dalam oven 140 dercel hingga setengah matang, angkat.
4. Olesi bagian atasnya dengan bahan olesan. Panggang hingga matang.

Ayam Panggang Kemiri

Bagi penyuka ayam resep ini wajib di coba..bukan promo bukan pula iklan tapi masakan ini bener-benr nendanggg rasanya :p
Semalam kami kedatangan tamu istimewa *ecieeehhhh..* yang diundang suami untuk dinner bareng dirumahku. Tadinya bingung mau masak apa yaa...yang mudah, enak dan ga pake ribet. Dan teringatlah aku pada mba Endang JTT..langsung deh meluncur tengah malam untuk mencari pencerahan ke web mba Endang. Dan pas banget ketemu postingan baru mba Endang yang bikin aku ngiler tengah malam. Akhirnya kuputuskan resep inilah yang akan aku eksekusi untuk menjamu teman-teman istimewaku. Makasi resepnya ya mbaaa...

Anyway..rasanya memang beneran enak banget. Bumbunya meresap dan rasanya sempurna. Walaupun aku panggangnya di oven..secara ga punya panggangan pake arang sih..Nabung dulu deh supaya bisa beli panggangan yang keren di Ace Hardware. Hihihihi..Semoga kesampean ya Tuhan...amin :)
Ayam panggang kemiri ini pas dimakan dengan sambal bawang mentah..rasanya? Cobain sendiri deh yaaa...:)

Baiklah..mari kita ceki-ceki deh resepnya..pake sedikit modifikasi yaaa..seperti biasa ;)
Bahan:
10 potong ayam negeri (sepertinya pakai ayam kampung lebih enak lagi nih :))
250 ml santan kelapa (aku pake santan Kara di encerkan dengan air)
Minyak goreng secukupnya
Bumbu dihaluskan:
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas (aku ga pake)
2 lembar daun salam
3 batang sereh, iris-iris (ambil bagian putihnya saja)
5 buah kemiri
1 sdt ketumbar
Bumbu pelengkap:
3 lembar daun pandan
1 sdt gula merah yang telah diserut
1 lembar daun jeruk
Asam jawa, dilarutkan dalam air hangat (aku pake 4 sdm)
garam secukupnya
Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga wangi, kemudian masukkan daun pandan, daun salam dan daun jeruk. Aduk hingga layu dan masukkan ayam. Campurkan ayam dengan bumbu hingga merata dan diamkan sebentar.
2. Tuang santan kedalam ayam, beri garam, gula merah dan air asam jawa. Aduk rata. dan diamkan hingga kuah santan mengering dan tersisa bumbunya saja.

3. Panaskan oven hingga 150 dercel kemudian panggang ayam hingga matang kecoklatan. Jangan lupa dibalik agar matangnya merata.
4. Setelah matang, pindahkan ke piring saji dan selamat menikmati yaaa.. :)


Nastar Coklat (Coklat Tart)

Kali ini aku buat nastar coklat *sebenernya kemarin sih yaa*, meskipun agak ngga tepat dinamai nastar, secara isinya bukan nanas, tapi tak apalah yaa..apalah arti sebuah nama, yang penting rasanya enakkk..hihihi..
Jadi kemarin seorang best friend-ku minta dibuatin kue kering untuk cemilan dirumah. Salah satu yang dipesan adalah nastar tapi ngga mau yang isinya nanas. Aku tawarin nastar durian temenku ga mau karena lagi hamil. Hihihi..akhirnya jadilah diputuskan membuat nastar coklat karena anak-anaknya yang super ganteng *haiii Jendra..hai Dhamma..* adalah penyuka coklat.
Untuk resep kulit nastarnya tetap setia dengan resep NCC untuk isian coklatnya aku pake resep mba Nina tapi dengan sedikit aku modifikasi.
Ini dia resepnya..cekidot.. :)
Bahan Isian:
63 gr tepung terigu (aku pakai Kunci Biru)
12 gr coklat bubuk (aku pake Valrhona)
1 sdt margarin (aku pake Butter Mix Anchor)
25 ml air matang
60 gr gula pasir (aku pake gula halus)
50 gr dark cooking coklat cincang (aku pake Collata) 

Cara Membuat:
1. Panaskan mentega dan air dalam panci. Bila mentega sudah mencair masukkan gula dan coklat cincang, biarkan sampai mendidih dan lumer semua.
2. Masukkan terigu dan coklat bubuk (sudah dicampur rata terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke panci). Aduk hingga tercampur rata dengan api kecil. Matikan api dan dinginkan. 
3. Pulung-pulung bentuk bulat dan siap digunakan sebagai isian nastar.
Tekstur isian coklatnya akan lentur tapi tidak seperti permen karet. Tidak lengket tapi cukup padat. Dibawah ini foto isian coklatnya yaa..semoga bisa dimengerti :)
Bahan Kulit:
175 gr tepung terigu (aku pake kunci biru)
125 gr mentega + margarin (aku pake butter mix anchor)
37.5 gr gula halus
1 kuning telur
1 sdm susu bubuk (aku pake dancow)
Cara Membuat:
1. Kocok telur, gula dan butter mix asal tercampur rata * pakai whisker aja*
2. Masukkan terigu dan susu bubuk lalu aduk dengan sendok kayu hingga tercampur rata.
3. Ambil sedikit adonan, kira-kira 6-7 gr, masukkan isian dan bulatkan. Letakkan di loyang dan panggang hingga matang.
4. Setelah dingin beri hiasan coklat spuit melingkar atau sesuai selera. Tunggu hingga coklat membeku dan simpan dalam toples.

Tumis Pare

Ini sayur yang rasanya pahit tapi enak. Walaupun untuk banyak orang sayur ini ga enak karena pahit dan banyak orang yang mengolahnya berusaha menghilangkan pahitnya dengan berbagai cara. Tapi menurutku apalah artinya pare bila tidak pahit? *gubrakkk dehh* Lagian apa enaknya makan pare kalau rasanya sama aja dengan sayuran lain kan? Hihihi..tapi kembali ke selera masing-masing sih yaa..
Konon katanya..pare ada 2 jenis. Yang bertekstur penuh gerigi itu pasti pahit. Yang teksturnya mulus itu tidak pahit. Tapi aku ngga pernah beli yang ga pahit jadi ngga tau rasanya enak apa ngga tu yang tekstur mulus :)

Buat aku pare itu enaknya dimasak dengan sedikit daging dan harus pedas, dimakan dengan nasi hangat dan tempe mendoan serta krupuk. Rasanya? Jangan tanya deh..langsung aja praktekin resepnya yaaa... :)
Bahan:
2 buah pare ukuran sedang, potong-potong setebal 0.5 cm
150 gr daging ayam, potong dadu
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris
10 buah cabe rawit, potong serong
1 buah tomat, potong sesuai selera
Garam secukupnya
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Cuci bersih pare dan remas-remas bersama garam hingga air dari pare keluar. Buang airnya dan remas sampai 3 kali. Gunanya untuk mengurangi rasa asin. 
2. Tumis bawang merah dan bawng putih hingga harum dan berwarna coklat muda. Kemudian masukkan ayam, cabe rawit dan tomat. Aduk hingga rata dan biarkan sebentar hingga ayam berubah warna.
3. Setelah ayam berubah warna masukkan pare aduk rata dan beri garam secukupnya. Kemudian masukkan air dan biarkan sampai mendidih dan matang. Angkat dan hidangkan.

Selasa, 09 Juli 2013

Dawet Duren

Tadi sore inilah hasil utak-atik dapurku yang terakhir..Secara baru sadar stok durian di freezer masih banyak. Tadinya kepikir mau jualan pancake duren tapi tiba-tiba entah mengapa jadi berubah haluan. Hehehehe...Walau ngga murni dawet buatan sendiri, karena semuanya sistem beli jadi di pasar dan tinggal meracik sendiri di rumah tapi tidak mengurangi kebanggaanku untuk mempostingya di blog ini. Hihihi..sesekali bolehlah ya kaya ginian. Secara kapan lagi berbagi rejeki sama pedagang di pasar Gede? *alesan padahal ga mau repot* :D 
Umumnya dawet dikenal dengan nama cendol., tapi sepertinya untuk orang-orang di Jawa menyebutnya sebagai dawet. Dawet ini sendiri terdiri dari beberapa jenis, tergantung bahan pembuatnya. Ada dawet tepung beras, dawet sagu dan dawet kanji. Aku pribadi lebih suka dawet tepung beras, secara lebih padat jadi enak dikunyahnya.

Dawet di setiap daerah isinya pun bervariasi. Ada yang diisi jenang sum-sum (bubur yang terbuat dari tepung beras), sagu mutiara (biasanya berwarna pink bunder), nangka, dan sebagainya. Tidak ada pakem khusus sih untuk dawet. Intinya adalah dawet, santan, gula merah cair dan es batu. Selebihnya kembali ke selera masing-masing mau nambahin apa.
Bahan:
Dawet Tepung beras (beli jadi di pasar)
Cincau Hitam, potong kotak-kotak (beli jadi juga di pasar)
Selasih (beli jadi juga di pasar)
Santan Kara (tambahkan air panas agar tidak terlalu kental)
Durian, lepaskan daging dari bijinya)
Gula merah, cairkan dengan dimasak bersama sedikit air
Es batu secukupnya

Cara Membuat:
Susun semua bahan secara berurutan sesuai selera. Mulai dari dawet lalu cincau, durian, dan es batu. Kemudian sirami dengan santan lalu gula merah cair dan terakhir beri selasih. 
Untuk menyantapnya tinggal diaduk sampai gula merah tercampur rata dan selamat menikmati dawet durian yang menyegarkan ini :)

Tumis Selada Air

Ini adalah salah satu sayur kesukaanku. Sejak kenal sama sayur yang satu ini benar-benar cinta mati deh. Apalagi kalau dimasaknya pakai irisan cabe rawit yang banyak..whuaaaaaa...pokoknya juara deh!
Di beberapa daerah, seperti Bandung, selada air dimakan mentah sebagai lalapan lho..tapi aku koq ga doyan ya kalo mentah gitu..di beberapa daerah pun namanya bukan selada air. Contoh ya di Solo ini mereka menyebutnya sebagai jembak. Rasanya krispi dan ada sedikit aroma khas yang membuatnya berbeda dari sayuran yang lain. Saudaraku yang dari Medan bilang disana selada air ini makanan orang kaya karena harganya yang cukup mahal. Padahal di Solo Rp 4000 aja udah dapat sekantong plastik ukuran sedang.Hihihi..
Oh iya..ini dia nih penampakannya selada air sebelum disiangi. Kebetulan pas nyari-nyari nama lainnya di mister gugel nemu di my-zone * hai my-zone..salam kenal yaa..izin copy paste fotonya yaa..*
Sayangnya sayur ini tidak tahan lama, dalam 2 hari dikulkasin udah kuning aja gitu daun-daunnya. Jadi kalau aku nyetok sayuran dikulkas, selada air ini harus dimasak lebih dulu. Kalau keburu kuning kan sayang..ujung-ujungnya malah dibuang deh..:(
Kalau di Solo, selada air ini bisa diolah macam-macam lho..tapi aku lebih sreg dengan ditumis pedas aja deh. Lebih cocok di lidah gitu :)
Bahan:
300 gr Selada Air yang telah disiangi
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris-iris
10 buah cabe rawit merah, potong-potong serong
1 buah tomat potong 8 bagian
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya, untuk menumis
air secukupnya
 Cara Membuat:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai wangi dan kecoklatan. Kemudian masukkan irisan cabe dan tomat. Aduk hingga agak layu.
2. Masukkan selada air dan aduk hingga tercampur rata dan layu. Beri garam dan air secukupnya. Masak hingga air mendidih, angkat dan sajikan.

Ayam Goreng Sambel Ijo

Untuk penyuka pedas, makanan satu ini pasti deh benar-benar bikin girang, ngiler dan tentunya kepedesan.Bagaimana tidak...ayamnya hanya 10 potong tapi sambelnya sepiring besar. Hihihihi..
Untuk yang ga suka pedas pasti serem ya bayanginnya, tapi penggila pedas wajib deh cobain resep ini. Rasanya seperti ditampar tapi nikmat :)
Terinspirasi dari web mba Endang Just Try And Taste. 
Semalam saat lagi jalan-jalan ke web mba Endang dan resep ini berhasil membuat air liur-ku terbit saat tengah malam. Akhirnya kuputuskan untuk mengeksekusi resep Ayam Sambel Ijo hari ini. Walaupun ada sedikit modifikasi, berhubung ada beberapa bumbu yang tidak tersedia di rumah dan males keluar untuk beli, rasanya tetap nikmat dan juara deh pokoknya. Hihihihi..
Bahan:
1 kg ayam negeri, potong-potong ukuran sedang
Bumbu Ayam (Haluskan):
5 siung bawang putih ukuran besar
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari lengkuas (optional)
1 sdt ketumbar
1/2 sdt merica
garam secukupnya

Sambel Ijo:
3 buah tomat hijau ukuran sedang/besar
7 buah cabe hijau
23 buah cabe rawit hijau
4 siung bawang merah ukuran besar
3 siung bawang putih
3 lembar daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
1 sdm air jeruk nipis
Lengkuas, memarkan (aku ga pake)

Cara Membuat:
1. Cuci bersih ayam dan masukkan bumbu ayam yang telah dihaluskan. Aduk hingga tercampur rata. Masukkan kedalam panci/penggorengan dan ungkep dengan api kecil sampai air dari daging ayam keluar dan mengering. Jangan lupa sesekali dibolak-balik agar matang merata.
2. Setelah Ayam selesai diungkep, goreng dalam minyak panas dan banyak hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan minyaknya dan tata di piring.
3. Sambel Ijo: Rebus tomat, cabe hijau, rawit hijau, bawang merah dan bawang putih hingga matang. Kemudian angkat dan haluskan.
4. Tumis sambel ijo dan masukkan daun salam, gula,garam dan air jeruk nipis. Aduk sesekali dan masak hingga harum. Matikan api dan siramkan ke atas ayam goreng tadi.

Senin, 08 Juli 2013

Lidah Kucing Rainbow

Warnanya yang menarik dan menggoda, seolah-olah melambai dan berkata 'eat me..eat me..' inilah yang menjadi best seller dibanyak bakulan kue kering tahun 2012 yang lalu *termasuk aku tentunyaaa :)* Hehehehe... Namanya Lidah Kucing Rainbow dengan susunan warna seperti pelangi mejikuhibiniu tidak hanya indah dilihat tapi juga sedap di lidah. Aroma susu yang cukup kuat dan juga renyah sering kali membuat para penggemarnya lupa diri karena tiba-tiba toples lidah kucing ini sudah kosong aja :)

Resepnya pun tidak jauh berbeda dari resep Lidah Kucing Tiramisu yang pernah aku posting sebelumnya. Hanya saja ada sedikit modifikasi yang berefek pada rasa yang akhirnya membedakan keduanya. 
Masih setia dengan resep dari milis tersayang NCC, karena memang resep-resepnya tidak pernah gagal, tapi dengan sedikit modifikasi yaa..
Bahan:
125 gr butter
125 gr margarin
160 gr gula halus
1 sdt vanilla (aku pake pasta susu)
200 gr terigu protein sedang
75 ml putih telur (aku pake 80 ml) 
Pewarna:
Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu (aku pake cap kupu-kupu)

Cara Membuat:
1. Kocok gula, pasta susu dan mentega hingga putih dan sangat mengembang. Kemudian masukkan putih telur dan aduk lagi hingga tercampur rata. Masukkan terigu sedikit demi sedikit dan kocok dengan speed rendah hingga semua tercampur rata.
2. Bagi rata adonan dalam 6 wadah, beri beberapa tetes pewarna dalam setiap adonan. Aduk hingga tercampur rata. Masukkan kedalam plastik segitiga. Spuitkan sesuai urutan warna.
3. Panggang dalam oven bersuhu 150 dercel selama 15 menit. Angkat, dinginkan dan simpan dalam wadah kedap udara.

Kaastengels Bunga

Kue wajib lebaran ini termasuk salah satu kue klasik yang tidak pernah ada matinya. Bahkan ketika kue kering model baru bermunculan, dia tidak pernah kehilangan penggemar sama sekali. Mungkin tepat bila kukis ini dikatakan 'tak lekang oleh waktu' *ecieeeeee..* Bila memperhatikan namanya aku pikir ini kukis yang mungkin merupakan warisan penjajahan Belanda jaman dulu. Dan berhubung aku penasaran dengan sejarah kukis ini akhirnya coba-coba browsing deh tentang sejarah si Kaastengels ini.

Sangkelana menuliskan sedikit sejarah tentang Kaastengels. Dituliskan bahwa asal-usul namanya berasal dari bahasa Belanda, yaitu Kaas berarti keju dan Stengels berarti batangan. Oleh karena itu Kaastengels berarti batangan keju.Di Belanda kue ini berukuran cukup panjang atau mungkin lebih tepat disebut 'raksasa', karena ukurannya sepanjang 30 cm mirip penggaris yang digunakan anak-anak sekolah. Hehehehe...

Mengapa di Indonesia justru menjadi berukuran mini ya? Hmmmm...mungkin dulu saat nyonya-nyonya Belanda datang dan membuatnya di Indonesia oven-nya tidak ada yang besar kali ya..makanya di potong-potong supaya mengecil. Hihihihi...

Tapi kali ini saya membuatnya berbentuk bunga, terinspirasi dari milis tercinta NCC, dan bosan juga dengan bentuk Kaastengels yang selalu persegi panjang. Lagi pula setelah di eksekusi ternyata bentuk bunga lebih cepat selesainya dan topping kejunya lebih muat banyak. Hehehehe...Rasanya saat dimakan benar-benar sangat ngeju dan krenyes-krenyes. Hmmmm...yummmiiieee...


Yasudahlah..mari kita liat saja resepnya yaaa...
Modified: Astri Fransiska
Bahan:
300 gr mentega (aku pake Anchor Butter Unsalted)
200 gr keju tua parut ( aku pake keju cheddar Kraft)
400 gr tepung terigu protein sedang (aku pake Kunci Biru)
2 sdm susu bubuk (aku pakai Dancow)
2 butir kuning telur
1/2 sdt garam halus
Bahan Olesan:
3 butir kuning telur, kocok lepas dengan 1-2 sdm susu cair (aku pake telur utuh ditambah susu ultra)
Taburan:
Keju cheddar parut

banyak ya taburan keju parutnya :)
Cara Membuat:
1. Kocok mentega dan telur dengan kecepatan rendah, sebentar saja, asal tercampur rata. Atau bisa juga dikocok menggunakan whisker sampai tercampur rata. Masukkan keju, aduk rata. Masukkan tepung terigu, aduk rata.
2. Tipiskan adonan, cetak bentuk bunga dan tata dalam loyang.
3. Oven hingga matang dengan suhu 125 dercel selama 20 menit atau hingga matang. Saat setengah matang atau mulai tercium aroma keju, keluarkan dari oven, olesi dengan bahan olesan dan beri taburan keju. Kemudian panggang lagi hingga matang.



Selasa, 02 Juli 2013

Naniarsik

Salah satu masakan favorit suamiku adalah Naniarsik atau aku biasa menyebutnya arsik. Ini adalah makanan khas batak yang belum [pernah aku temukan ditempat lain. Rasanya sangat khas, karena selain menggunakan bumbu yang umum juga menggunakan bumbu khas batak seperti andaliman, asam gelugur dan rias (kecombrang). Aku dan suami paling suka kalau arsik ini terasa lebih kecut..entah mengapa ya..menurut kami rasanya segar kalau kecut. Hihihihi...
Biasanya setiap kali mau masak makanan batak aku selalu telpon mamaku dan mengkonfirmasi setiap resep. Supaya nantinya rasa masakanku mirip seperti masakan mamaku..walaupun sebenarnya masakan mamaku sulit untuk ditandingi. Hehehehe...tapi paling tidak hasil masakanku mendekati masakan mamaku lah..*10 - 12 kalo aku bilang* ;)

Sejujurnya sih ya..kecintaanku pada kuliner nusantara, khususnya batak, tidak saja karena rasanya yang enak tapi juga karena ingin kuliner tradisional ini bisa terus lestari dan suatu hari akan digemari juga oleh generasi kita selanjutnya. Bahkan kalau disuruh milih, lidahku pasti lebih suka dengan makanan Indonesia dibanding makanan negara lain. Aku lebih suka tempe mendoan dan bakwan jagung dibanding burger dan hotdog. Aku lebih suka naniarsik dibanding steak. Tapi balik lagi ya..ini soal selera ;)
Bahan:
1 kg daging babi muda bagian samcan (aslinya sih resep ini pakai ikan mas)
10-15 lonjor kacang panjang, potong-potong sepanjang telunjuk(bisa ditambahkan rebung dan kemangi juga kalau suka)
3-4 gelas air
Bumbu:
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
7 buah cabe merah 
2 butir kemiri
1-2 ruas jari kunyit yang sudah tua
5 batang sereh (ambil bagian putihnya saja dan iris-iris)
1 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas (Bisa dihaluskan ataupun dimemarkan saja)
1 sdm andaliman
garam secukupnya
Pelengkap:
5-10 lembar asam gelugur (kalau tidak ada bisa diganti air jeruk nipis)
bunga kecombrang secukupnya
2 lembar daun jeruk

Cara Membuat:
1. Haluskan semua bumbu. Didihkan air beserta bumbu halus. Dan letakkan batang sereh yang sudah diambil bagian putihnya didasar penggorengan yang berfungsi sebagai alas dan tentunya menambah nikmat rasa arsik nantinya.
2. Setelah mendidih masukkan daging, asam gelugur dan daun jeruk. Masak hingga daging empuk dan matang. Gunakan api kecil agar bumbu meresap sampai kedalam daging.
3.Bila daging sudah empuk masukkan kecombrang dan kacang panjang, masak hingga matang. Cicipi garamnya dan bila dirasa cukup matikan api. Angkat dan hidangkan.



Asinan Buah

Ini salah satu cemilan favoritku sepanjang masa, selain sehat tentunya juga sangat nikmat. Rasa kecut dan pedas yang dominan dan sedikit manis benar-benar campuran yang sempurna. Sebenarnya asinan buah ini dulu diajarin sama tante Poppy, mamanya teman kost-ku jaman SMA dulu. Bahkan asinan ini sangat melegenda sampai-sampai seluruh tetangga kost dan mantan ibu kost dan eyang kost pun sampai kepincut sama asinan satu ini. Pernah suatu malam saking inginnya makan asinan sampai bela-belain nyolong mangga tetangga kost demi terwujudnya asinan buah ini. Hihihihi...
Tapi ngomong-ngomong..kenapa dinamain asinan ya? secara rasanya juga ga asin, penambahan garam pun seuprit..hadehhhh...mumet ah mikirin asal-usul namanya. Yang pasti asinan ini punya banyak kisah seru jaman masih nge-kost dulu. Hehehehe...

  
Bahan:
3 buah nanas ukuran sedang
3 buang mangga mengkal
7 buah cabe merah
5 buah cabe rawit
5 sdm gula pasir
1 sdt garam
1 sdt air jeruk nipis/cuka
Cara Membuat:
1. Iris nanas dan mangga sesuai selera.
2. Haluskan cabe, garam dan gula. Kemudian campurkan kedalam nanas dan mangga serta kucuri dengan air jeruk nipis.
3. Aduk sampai tercampur rata. Dinginkan selama beberapa jam atau semalam sampai bumbu meresap dan buahnya mengeluarkan air. Kemudian siap dinikmati.

Senin, 01 Juli 2013

Putri Salju Keju

Ini salah satu kue klasik yang biasanya 'wajib' ada ketika hari raya. Kalau di tempat aku dibesarkan yaitu Sorong, Papua kue kering ini tidak terlalu familiar * apa aku yang ga gaul ya?hmmmm..* tapi pertama kali nyicip kue ini adalah ketika aku pindah ke Jogja tahun 1998, saat bazaar jaman SMA dulu *ketahuan deh mulai tuwir* :p
Menurutku rasanya enak dan bikin nagih, soalnya ga terlalu manis atau bikin eneg. Beberapa waktu ini nyoba-nyoba resep Putri Salju supaya dapat rasa seperti jaman SMA dulu tapi koq belom pas juga ya..Mau nanya ke sekolah malah lupa dulu siapa yang jualan.Hehehe.. Tapi yang satu ini pun sebenarnya juga enak koq, resepnya dapat di grup FB yang di share sama mba Yeyen *makasi sharing resepnya ya mbaaa..* Tadinya punya mba Yeyen Putri Salju Pandan Keju, tapi waktu aku coba koq rasa kejunya tenggelam dalam aroma pasta pandan ya..apa karena aku kebanyakan ngasi pasta pandan? Hmmmm...tapi ya udahlah..akhirnya jadinya Putri Salju Keju deh..:)
Ini dia resepnya..dengan sedikit modifikasi yaa..:)
Bahan:
250 gr margarin dan butter
100 gr gula halus
400 gram tepung terigu (aku pake Kunci Biru)
1 kuning telur
2 sdt pasta pandan (aku ga pake)
50 gr keju cheddar parut (aku pake 65 gr)
Cara Membuat:
1. Kocok gula halus dan margarin+butter sekitar 30 detik dengan menggunakan whisker.
2. Tambahkan kuning telur dan aduk rata.
3. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan keju hingga rata.
4. Cetak, panggang dengam suhu 140 C selama 30 menit atau sampai matang.
5. Panas-panas gulingkan dalam gula halus. Bila sudah dingin gulingkan dalam gula donat dan simpan dalam toples.