Tampilkan postingan dengan label Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2013

Rendang Padang

Jodohnya ketupat ketan pastinya adalah rendang padang. Setiap tahun, sejak pindah ke Solo, walaupun aku bukan umat muslim tapi aku selalu turut merayakan lebaran ketupat dengan memasak ketupat ketan dan rendang. Meski gharus berjam-jam berkutat didapur kupas-kupas, potong-potong, ngulek-ulek dan aduk-aduk semuanya aku lakukan demi makanan yang enak dan tinggi kolesterol ini. Hahahaha...

Beberapa waktu sebelum lebaran kemarin di milis banyak ngebahas soal resep rendang dan muncullah resep rendang dari uni Dewi Anwar, salah satu pakar rendang tentunya. Dan aku putuskan lebaran ketupat tahun ini harus mengeksekusi resep uni Dewi Anwar. Sekedar informasi..hasil dari berjam-jam didapur ini sungguh sangat tidak mengecewakan alias enaaakkkk bangeeettt :)

Resep: Dewi Anwar via Dapur Solia
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan:  
1/2 kg Daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 12 bagian, cuci bersih dan tiriskan
1 1/2 butir Kelapa tua, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat kuku, kira-kira 1000 cc) 
Bumbu dihaluskan: 
10 butir Bawang merah
8 butir Bawang putih
Seibu jari (= 6cm) Jahe
1 ons Cabe merah besar giling
1 sdt Merica putih
10 buah cabe rawit 

Bumbu Pelengkap: 
Seibu jari lengkuas (laos), diparut
4 batang Sereh, haluska bagian putihnya dan geprek batang hijaunya
3 buah Bunga pekak (bunga lawang, bentuknya seperti bintang)
5 lembar Daun jeruk
3 lembar Daun salam
2 lembar Daun kunyit, disobek2
Note: Paling bagus jika menggunakan bumbu-bumbu yang masih segar, belum kering
Bumbu Pelengkap 2:  

1 sdm Kelapa serundeng (kelapa diparut memanjang, digongseng tanpa minyak sampai coklat, giling halus sampai keluar minyaknya)
1 sdm (kira2 25 gram) Hati sapi rebus, giling halus --> wajib ada..tapi aku ngga pake. Hihihi..
1 sdm Air asam
2 sdt Garam (atas sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)
Cara membuat:
1) Ungkep daging dengan bumbu halus (beri air sedikit saja), biarkan hingga air daging keluar. Terus ungkep sampai air kering (gunakan api kecil).
2) Tuang santan, masukkan bumbu pelengkap, aduk rata. Aduk santan dengan gerakan menimba hingga mendidih, jaga supaya tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.
3) Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak (warnanya kuning seperti mentega leleh atau minyak goreng di masakan bali).
4) Masukkan bumbu pelengkap 2 termasuk garam dan gula. Cicipi hingga diperoleh rasa yang diinginkan.
5) Masak terus sambil sekali-sekali diaduk supaya tidak lengket sampai rendang berdedak dan berwarna coklat (kira-kira 1/2 jam untuk 1/2 kg daging).


Minggu, 25 Agustus 2013

Ketupat Ketan

Di Solo ada sebuah tradisi yang aku rasa cukup unik dan tidak aku temukan dikota lain tempat aku pernah tinggali sebelumnya. Tradisi itu namanya 'lebaran ketupat'...mengapa ini unik? Karena lebaran ketupat adalah perayaan yang dilakukan seminggu setelah perayaan Idul Fitri. Dan yang membuatnya seru dan menarik adalah setiap rumah di Solo pasti membuat ketupat dan kelengkapan lainnya. Semua pasar pasti akan menjual selongsong ketupat dan tidak sedikit pula yang menjual ketupat yang sudah matang. Tapi yang tidak kalah menarik lainnya (baca = menarik isi dompet) harga kelapa akan naik dua kali lipat demikian pula dengan harga daging sapi. Hehehehe...tapi semua itu tidak mengurangi keseruan lebaran ketupat di Solo.

Berhubung aku adalah orang batak kurang nampol rasanya kalau makan ketupat beras, paling sempurna adalah ketupat ketan. Dan setelah ngubek-ubek  NCC Lontong Week akhirnya nemu deh resep paling oke dan nikmat ala bu Citra Kusuma..thank you for sharing ya buu :* 
Resep ketupat ini adalah resep paling enak dan benar-benar ga menyesal deh masak sampai 5 jam. Hasilnya sesuai dengan effort yang dikeluarkan. Hihihihihi...

Ketupat Ketan 
Resep: Citra Kusuma
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan :
  • 1 liter beras ketan, cuci , rendam dengan santan selama 1 jam (aku cuma pakai 3/4 kg ketan)
  • 15 buah selongsong ketupat ukuran sedang (aku pakai selongsong ukuran kecil, supaya ga terlalu kenyang)
  • 4 liter santan dari 2 butir kelapa (aku pakai 3 liter santan dari 1,5 butir kelapa)
  • 3 batang serai (aku pakai 5 batang serai supaya lebih kuat aromanya)
  • 3 ruas lengkuas
  • 4 lembar daun salam
  • 2sdt garam
Cara membuat :

  • Tiriskan santan dari santan perendam (jangan dibuang, santan akan dipakai untuk merebus ketupat)
  • Masukkan beras ketan ke dalam selonsong ketupat hingga penuh namun tidak padat, masih ada ruang 1 cm dari sudut ketupat.
  • Masukkan ketupat dalam panci berisi santan, masukkan bahan lainnya
  • rebus ketupat hingga 4 - 5 jam dengan api kecil hingga ketupat matang dan kuah santan mengental
Ketupat ketan ini sangat cocok dimakan bersama rendang padang yang super nendang atau sambel goreng ati atau pun opor ayam. Dipostingan berikut aku akan tuliskan resep rendang padang yang nendang yaa..


Lumpia Semarang

Whuaaaaa....akhirnya bisa aplot jugaaaa...
Setelah sekitar 2 minggu nyaris emosi jiwa karena modemnya lelet tingkat kabupaten, maka sesuai janji kepada banyak orang di fan page Dream Kitchen hari ini resepnya muncul deh..maaf ya janjinya rada lelet :)
Sebagai pecinta kuliner Indonesia Lumpia Semarang adalah salah satu favoritku. Setiap berkunjung ke Semarang pasti wajib uuntuk mampir ke Jl. Pandanaran demi membeli kudapan nikmat ini. Tetapi berhubung tidak bisa sering-sering mampir ke Semarang dan harga lumpia yang tidak murah juga *walaupun memang enak sih..ada harga ada rasalah yaa ;)* maka aku harus memikirkan cara lain agar tetap dapat menikmati si lumpia ini. Dan caranya tidak lain tidak bukan adalah buat sendiri deh..hihihihi..

Akhirnya kuputuskan untuk mencari resep yang minimal nyerempet rasa lumpia Semarang..yahh syukur bisa sama persis.Hihihihi...
Beruntungnya ada mister gugel yang membawaku ke blog ci Shirley Dapur Solia yang adalah salah satu senior NCC. Jadi kalau soal rasa dan kesuksesan resep pasti terjamin :)
Yang membedakan buatanku adalah kulit lumpia ci Shirley buatan sendiri sementara aku beli jadi di supermarket. Hihihihi..*males.com*

Ini dia nih resepnya..
Original Resep: Dapur Solia
Modifikasi: Astri Fransiska 
Bahan Isi: 
1 kg Rebung, rajang halus / cincang kasar, rebus dengan tawas, bilas, rebus dengan air bersih 2 kali sampai bau pesingnya hilang, tiriskan
5 buah Bawang putih, cincang (aku pakai 8 buah bawang putih diulek halus)
3 buah Telur ayam utuh, beri garam sedikit, jadikan scrambled egg
100 gram Dada ayam, rebus, cincang halus
200 gram Udang utuh, bersihkan, potong tiap ekor menjadi 2-3 bagian
25-30 gram Ebi, rendam dengan air panas, ules halus
4 sdm Kecap manis (aku pakai 2 sdm karena ga doyan manis)
2 sdt Garam (atau sesuai selera)
2 sdm Gula pasir (atas sesuai selera)
1 sdt Merica (atau sesuai selera)
1-2 sdm Saos tiram
4 sdm Minyak goreng
Air sedikit
Cara Membuat isi:
1) Tumis bawang putih dan merica dengan sedikit minyak hingga harum.
2) Masukkan ebi, udang dan ayam cincang, masak hingga berubah warna.
3) Masukkan rebung.
4) Bumbui dengan kecap, garam, gula. Masukkan air (sedikit saja, ± 1/2 cup, supaya tidak gosong dan lengket ke wajan dan membantu bumbu meresap).
5) Masukkan scrambled egg
6) Tambahkan saos tiram (sengaja saos tiram dimasukkan belakangan karena jika kena minyak goreng terlalu lama akan ada aroma sangit)
7) Aduk rata, tutupi dengan tutup wajan / panci, biarkan. Sesekali buka tutupnya dan aduk2. Tes cicip. Biarkan sampai air habis dan bumbunya meresap, matikan kompor.
8) Dinginkan sebelum dipakai (jika dipakaikan dalam keadaan panas, kulit lumpia akan pecah/ robek)
 
Penyelesaian:
9) Berhubung akau pakai kulit lumpia ukuran kecil, maka aku masukkan 1 - 1,5 sdm adonan isi, lipat kulit lumpia seperti amplop (dari pengalaman, paling bagus lipat sisi kiri dan kanannya, lalu gulung)kemudian goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan minyaknya.
10) Hidangkan dengan cabe rawit atau saus.

Selasa, 09 Juli 2013

Dawet Duren

Tadi sore inilah hasil utak-atik dapurku yang terakhir..Secara baru sadar stok durian di freezer masih banyak. Tadinya kepikir mau jualan pancake duren tapi tiba-tiba entah mengapa jadi berubah haluan. Hehehehe...Walau ngga murni dawet buatan sendiri, karena semuanya sistem beli jadi di pasar dan tinggal meracik sendiri di rumah tapi tidak mengurangi kebanggaanku untuk mempostingya di blog ini. Hihihi..sesekali bolehlah ya kaya ginian. Secara kapan lagi berbagi rejeki sama pedagang di pasar Gede? *alesan padahal ga mau repot* :D 
Umumnya dawet dikenal dengan nama cendol., tapi sepertinya untuk orang-orang di Jawa menyebutnya sebagai dawet. Dawet ini sendiri terdiri dari beberapa jenis, tergantung bahan pembuatnya. Ada dawet tepung beras, dawet sagu dan dawet kanji. Aku pribadi lebih suka dawet tepung beras, secara lebih padat jadi enak dikunyahnya.

Dawet di setiap daerah isinya pun bervariasi. Ada yang diisi jenang sum-sum (bubur yang terbuat dari tepung beras), sagu mutiara (biasanya berwarna pink bunder), nangka, dan sebagainya. Tidak ada pakem khusus sih untuk dawet. Intinya adalah dawet, santan, gula merah cair dan es batu. Selebihnya kembali ke selera masing-masing mau nambahin apa.
Bahan:
Dawet Tepung beras (beli jadi di pasar)
Cincau Hitam, potong kotak-kotak (beli jadi juga di pasar)
Selasih (beli jadi juga di pasar)
Santan Kara (tambahkan air panas agar tidak terlalu kental)
Durian, lepaskan daging dari bijinya)
Gula merah, cairkan dengan dimasak bersama sedikit air
Es batu secukupnya

Cara Membuat:
Susun semua bahan secara berurutan sesuai selera. Mulai dari dawet lalu cincau, durian, dan es batu. Kemudian sirami dengan santan lalu gula merah cair dan terakhir beri selasih. 
Untuk menyantapnya tinggal diaduk sampai gula merah tercampur rata dan selamat menikmati dawet durian yang menyegarkan ini :)

Selasa, 02 Juli 2013

Naniarsik

Salah satu masakan favorit suamiku adalah Naniarsik atau aku biasa menyebutnya arsik. Ini adalah makanan khas batak yang belum [pernah aku temukan ditempat lain. Rasanya sangat khas, karena selain menggunakan bumbu yang umum juga menggunakan bumbu khas batak seperti andaliman, asam gelugur dan rias (kecombrang). Aku dan suami paling suka kalau arsik ini terasa lebih kecut..entah mengapa ya..menurut kami rasanya segar kalau kecut. Hihihihi...
Biasanya setiap kali mau masak makanan batak aku selalu telpon mamaku dan mengkonfirmasi setiap resep. Supaya nantinya rasa masakanku mirip seperti masakan mamaku..walaupun sebenarnya masakan mamaku sulit untuk ditandingi. Hehehehe...tapi paling tidak hasil masakanku mendekati masakan mamaku lah..*10 - 12 kalo aku bilang* ;)

Sejujurnya sih ya..kecintaanku pada kuliner nusantara, khususnya batak, tidak saja karena rasanya yang enak tapi juga karena ingin kuliner tradisional ini bisa terus lestari dan suatu hari akan digemari juga oleh generasi kita selanjutnya. Bahkan kalau disuruh milih, lidahku pasti lebih suka dengan makanan Indonesia dibanding makanan negara lain. Aku lebih suka tempe mendoan dan bakwan jagung dibanding burger dan hotdog. Aku lebih suka naniarsik dibanding steak. Tapi balik lagi ya..ini soal selera ;)
Bahan:
1 kg daging babi muda bagian samcan (aslinya sih resep ini pakai ikan mas)
10-15 lonjor kacang panjang, potong-potong sepanjang telunjuk(bisa ditambahkan rebung dan kemangi juga kalau suka)
3-4 gelas air
Bumbu:
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
7 buah cabe merah 
2 butir kemiri
1-2 ruas jari kunyit yang sudah tua
5 batang sereh (ambil bagian putihnya saja dan iris-iris)
1 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas (Bisa dihaluskan ataupun dimemarkan saja)
1 sdm andaliman
garam secukupnya
Pelengkap:
5-10 lembar asam gelugur (kalau tidak ada bisa diganti air jeruk nipis)
bunga kecombrang secukupnya
2 lembar daun jeruk

Cara Membuat:
1. Haluskan semua bumbu. Didihkan air beserta bumbu halus. Dan letakkan batang sereh yang sudah diambil bagian putihnya didasar penggorengan yang berfungsi sebagai alas dan tentunya menambah nikmat rasa arsik nantinya.
2. Setelah mendidih masukkan daging, asam gelugur dan daun jeruk. Masak hingga daging empuk dan matang. Gunakan api kecil agar bumbu meresap sampai kedalam daging.
3.Bila daging sudah empuk masukkan kecombrang dan kacang panjang, masak hingga matang. Cicipi garamnya dan bila dirasa cukup matikan api. Angkat dan hidangkan.



Minggu, 23 Juni 2013

Sayur Urap


Namanya urap sayuran..entah mengapa dinamai 'urap'. Cari-cari asal muasal nama ini di mister gugel ga nemu juga. Ya sudahlah yaa..Nama urap terkenal di daerah Jawa Timur tapi kalau di Jawa Tengah atau ttepatnya Jogja dan Solo orang menyebutnya 'gudangan'. Makanya kemarin waktu ke pasar nanya ibu-ibu tukang sayur tentang isi urap ini mereka semua bingung. Setelah dijelaskan barulah mereka mengerti dan menyebutnya sebagai gudangan. Memang yaa..lain ladang lain pula belalangnya *apa cobaaa* :p

Sejak memutuskan untuk mengubah pola makan yaitu lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran, aku jadi rajin mencari resep-resep sayuran yang sekiranya tidak perlu mengalami proses pemasakan yang terlalu lama..syukur-syukur bisa dimakan mentah *walaupun agak bergumul ya makannya* Hihihihi..
Urap adalah olahan sayur kedua yang menjadi pilihanku setelah karedok. Soal rasa si urap ini enak juga lhoo..cuma ya itu tadi..seleraku tetap membuat dia menjadi nomor dua :D
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan:
10 lonjor kacang panjang (potong-potong sepanjang 2 ruas jari)
2 buah wortel ukuran sedang (potong korek api)
1 buah timun (potong kecil-kecil)
1 ikat kemangi
100 gr tauge (buang akarnya)
5 lembar kol (iris-iris)
Bumbu:
1/2 buah kelapa (kupas, buang kulit arinya dan parut)
3 buah cabe merah
3 buah bawang merah
2 buah bawang putih
1 sdt terasi
1 ruas kencur
2 buah daun jeruk, buang tulang (aku ga pake)
1 sdm gula merah
1 sdt garam

(Lihatlah..indahnya dan menggodanya sayur-sayur ini. Seolah memanggil-manggil 'eat me pleaseee')
Cara Membuat:
1. Bumbu: ulek cabe merah, bawang merah, bawang putih dan garam hingga halus. Masukkan terasi, gula merah dan kencur. Haluskan pula.
2. Campur bumbu halus dengan kelapa parut, beri daun jeruk. Kukus hingga matang, angkat.
3. Rebus wortel dan kacang panjang dalam air mendidih secara terpisah (Kalau aku khusus tauge dan kol hanya aku seduh dengan air mendidih)
4. Taruh sayuran dalam piring saji, taburi bumbu dan aduk rata.

Selasa, 11 Juni 2013

Nasi Hainan Dengan Sambal Setan Dan Udang Bu Rudy ala Astri

Ahhh..tidak terasa kita sudah sampai dipertengahan tahun. Banyak orang bikin status di BB atau FB atau Twitter yang bunyinya seperti ini 'welcome June..please be nice to me yaa'. Tapi apapun pengharapan orang memasuki pertengahan tahun 2013 ini yang paling pasti adalah Juni akan dipenuhi dengan hujan, awan mendung dan suasana yang mengajak kita bergelung dibalik selimut yang hangat * pemalas mode on* hehehehe...
 Biasanya ini adalah bulan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Dan untuk musim penghujan yang seringnya jadi dingin santapan yang enak dan nyaman diperut pastinya yang hangat dan juga berkuah. Nah kali ini masakanku adalah bagian dari yang hangat tapi minus kuah *walau idealnya pake kuah yaa**namanya juga improvisasi :D* dan tentunya pedesnya luar biasa, yang kalau kata orang Solo pedesnya kaya ditapuki sandal *ditabokin pake sandal*. Kejam oh sungguh kejam....hihihihi...
Sebelum sharing resepnya, share fotonya dulu yaaa...ben ngiler sik ;)

Ini dia resepnya pemirsahhh...terinspirasi dari resep Nasi Ayam Hainan  Karin's Recipe)
Dengan beberapa modifikasi sesuai seleraku :)
Nasi Ayam Hainan:
Bahan:
250 gr Beras
2 sdt Minyak Sayur
2 sdt Minyak Wijen
250 gr ayam kampung muda
500 ml air
Kuah Kaldu:
Rebus ayam kampung bersama air hingga empuk dan matang. Matikan.
Bumbu Halus:
4 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 ruas jari kunyit
2 ruas jahe
Bumbu Pelengkap:
2 batang sereh, dimemarkan
2 lembar daun salam
2 lembar daun pandan
2 lembar daun jeruk
Garam secukupnya
Cara Membuat:
1. Potong dadu atau suwir-suwir ayam yang sudah di rebus tadi.
2. Masukkan semua ayam potongan / suwir, bumbu halus, bumbu pelengkap dan air kaldu kedalam beras yang telah dicuci bersih. Jangan lupa masukkan juga minyak wijen dan minyak sayur. Aduk rata didalam magic com.
3. Sesekali aduk nasi agar bumbu tercampur rata. Bila sudah matang siap untuk dihidangkan.
NOTE: Nasi Hainan ini lebih berasa kaldunya karena saat proses pemasakan daging ayam pun ikut serta dimasukkan. Dan tentunya ngga pake repot karena langsung masuk magic com. Hihihihihi...
Sambel Setan Bu Rudy:
100 gr cabe rawit merah
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Garam secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
1. Rebus cabe rawit dan bawang hingga matang. Angkat dan tiriskan.
2. Ulek semua cabe dan bawang hingga halus, dan beri garam secukupnya.
3. Panaskan minyak dan tumis sambel hingga mateng dan wangi. Angkat dan hidangkan. 


(Ini dia pohon cabe tanamanku..jadi tidak perlu beli deh..)

Udang Bu Rudy:
Inspired by: NCC
Modified by: Astri
Resep ini dapatnya dari perbincangan di milis NCC tapi udah lupa punya mba siapa ya..*harus minum curcuma nih supaya daya ingatnya lebih bagus*. Mbaaaa yang baik hatiii..resepnya aku pake yaa..makasi mbaaa...mwaaahhhh..
Bahan:
250 gr udang ukuran sedang ( buang kepalanya saja)
1 sdt baking powder
1 sdt garam
Perasan jeruk nipis secukupnya
Bahan Pelapis:
3 sdm munjung terpung terigu
1 sdm munjung maizena
1 sdt garam
1/2 sdt merica
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
1. Campur udang, baking powder, garam dan jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit.
2. Aduk rata bahan pelapis kemudian gulingkan udang sampai terbalut bahan pelapis.
3. Goreng dalam minyak panas sampai matang. Angkat dan hidangkan.

Senin, 10 Juni 2013

Saksang 'Batak Traditional Dish'

Saksang adalah salah satu menu non halal khas Sumatera Utara. Terbuat dari daging babi yang dicampur berbagai rempah dan tidak lupa darah. Untuk yang tidak terbiasa pasti terdengar menjijikkan tapi inilah uniknya kuliner nusantara kita, bagi sebagian orang menjijikkan tapi bagi yang lain sunggugn nikmat rasanya #ProudtobeIndonesian #Proudtobebatak


Sejarah mengapa dinamakan Saksang aku pun tidak tau. Hmmm...mungkin harus nanya sama orang tua jaman dulu ya...
Next time kalau aku sudah tau sejarahnya akan aku post ke sini yaa..Ya sudahlah..tanpa berpanjang kisah mari kita lihat resepnya.
Bahan:
1 kg daging babi (bagian lemak berlapis daging alias samcan), iris-iris kecil
Darah babi secukupnya (beri campuran garam dan jeruk nipis agar darah tidak menggumpal)
Bumbu Dihaluskan:
15 siung bawang merah
8 siung bawang putih
2 ruas jari lengkuas
4 batang sereh ( bisa dimemarkan atau dihaluskan bagian putihnya
saja)
1 sdm ketumbar
1 sdm andaliman ( bila ada )
garam secukupnya
Bumbu pelengkap:
5 lbr asam gelugur (kalau tidak ada boleh diganti jeruk nipis )
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga wangi dan matang, kemudian masukkan daun jeruk, aduk rata sebentar, kemudian masukkan daging babi dan aduk sampai bumbu tercampur rata. Tutup sampai daging berair.
2. Bila air dari daging mulai menyusut tambahkan air secukupnya dan biarkan sampai daging empuk dan matang.
3. Kemudian masukkan asam gelugur atau air jeruk nipis dan tunggu hingga asamnya terasa. Lalu masukkan darah hingga daging berubah warna dan biarkan sampai mendidih. Cicipi garamnya, matikan api dan siap dihidangkan.

Karedok

Sejak menjalani Food Combining, olahan sayur ini adalah favorit nomor satu aku. Selain enak buatnya pun ngga pake repot dan lama *males.com* hihihihi...
Cuma potong-potong, ulek bumbu sebentar lalu aduk-aduk jadi deh...
Oh iya..berhubung ini sayuran mentah semua dan bukan sayur organik sebaiknya sayurnya diseduh air panas dulu selama 30 detik. Secara di Solo ini sayur organik masih terhitung susah ditemukan. Kalaupun ada biasanya sudah tidak segar dan hanya sedikit jenisnya. Tapi apapun itu jangan sampai ga makan sayur sebanyak-banyaknya yaaaa #Indonesiamakansayur.
Ini dia nih penampakan karedoknya..

Bahan:
Kacang panjang (potong sepanjang 1 cm)
Tauge (buang akarnya)
Wortel (potong dadu)
Timun (potong seukuran 2x besar dadu)
Kol (iris tipis-tipis)
Bumbu (Dihaluskan):
3 buah cabe merah
5 buah cabe rawit
1 ruas jari kencur
1 ruas jari terasi (kira-kira 1 sdt)
4 siung bawang putih
1 sdm air jeruk limau
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
150 gr kacang tanah yang sudah di sangrai / goreng (aku pakai kacang mete)
1 lembar daun jeruk (tidak harus pakai)
Cara Membuat:
Campur semua bumbu yang telah dihaluskan hingga rata kemudian masukkan semua sayur-sayuran aduk rata dan siap disantap.

Mudah sekali kan pembuatannya? Mau sehat tapi lagi males lama-lama didapur? Ya ini dia solusinya. Hehehehe...Selamat mencoba...

Ayam Gota 'Batak Traditional Dish'


Udah sebulan blog ini ga di up date, dan semua gegara modem yang leletnya minta tolong. Tapi untungnya akhirnya bisa juga..hehehe..
Makanan kali ini adalah makanan khas tanah kelahiranku tercinta yaitu tanah batak alias Sumatera Utara. Namanya Ayam Gota atau juga Nanigotaan. Beberapa teman sering menyadurnya menjadi 'Bloody Chicken' secara masakan ini dicampur darah ayam tersebut. Untuk sebagian besar orang mungkin menjijikkan bahkan haram ya..tapi trust me ini rasanya enaaaakkkkk bangeeetttt..hihihihi..

Ini dia resepnya..semoga para orang batak dimana saja terutama yang diperantauan seperti saya ini bisa membuat dan menikmatinya. Sehingga terobati sudah kerinduan akan kampung halaman. Hehehe...
Bahan:
1 Ekor Ayam (ukuran sedang / sekitar 1 - 1,5 kg), potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
Darah Ayam yang telah dicampur perasan jeruk nipis dan garam (agar tidak membeku)
Bumbu Halus:
5 siung bawang putih
10 siung bawang merah
2 ruas jari kunyit
3 batang serai, iris-iris ambil bagian putihnya saja
1 ruas jari jahe, iris-iris
2 ruas jari lengkuas
1 - 1.5 sdt ketumbar
Andaliman secukupnya (bila ada)
Garam secukupnya
Pelengkap:
3 lembar Daun Jeruk
Air secukupnya (500 - 750 ml)
Air jeruk nipis secukupnya
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan  sampai harum, masukkan daun jeruk dan aduk rata.
2. Masukkan ayam kampung dan aduk hingga tercampur dengan bumbu.
3. Masukkan air, aduk ayam sampai terendam dan masak hingga daging empuk dan matang.
4. Cicipi garamnya dan tambahkan air jeruk nipis. Bila suka ada rasa kecut masukkan air jeruk nipis agak banyak (1 buah jeruk nipis ukuran agak besar).
5. Masukkan darah ayam, aduk dan biarkan sampai mendidih. Angkat dan sajikan.

Selamat mencoba :)

Selasa, 30 April 2013

Pisang Coklat

Ini adalah salah satu dari sangat sedikit olahan pisang yang menurutku enak dan berkelas (cieeehhhh...gaya tenan :p). Resep ini juga sebenarnya ditemukan dengan tidak sengaja saat masih pengangguran dulu kala :D, waktu itu ga sengaja nonton tipi dan ada liputan soal pisang seperti ini (tapi lupa dimana). Akhirnya aku pikir kenapa tidak dicoba? Dan ternyata malah jadi salah satu best seller untuk bakulan kecil-kecilanku saat itu (bahkan sampai masuk hotel lhoo..kantin hotel tapi ya..hihihihi..)

Bahan:
10 lbr kulit lumpia
10 buah pisang raja (kalau besar bagi 2 aja)
Coklat batangan diserut secukupnya (kalo ga ada bisa pake meises juga)
Selai Kacang secukupnya
Selai Strawberry secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
1. Belah memanjang pisang menjadi 2 bagian.
2. Olesi salah satu sisi pisang dengan selai kacang atau strawberry
3. Taburi coklat serut/meises diatas selai
4. Tutupi dengan  separuh bagian pisang kemudian bungkus dengan kulit lumpia seperti membungkus lumpia.
5. Panaskan minyak dan goreng sampai coklat keemasan. Angkat dan siap disantap.

Tips:
* Gunakan pisang raja bulu yang kulit luarnya sudah mulai menghitam. Karena biasanya yang seperti ini sudah tidak mungkin sepat.
* Pilih pisang yang padat, karena itu artinya pisang tersebut adalah pisang yang tua bukan pisang muda yang dikarbit/peram. Karena pisang yang benar-benar tua rasa manisnya akan berbeda alias lebih manis.
* Makan pisang selagi hangat karena saat itu coklat masih mencair dan kulit masih garing.

Selamat mencoba :)

Senin, 15 April 2013

Pukis Pandan Coklat

Resepmya sih sama aja dengan pukis pandan keju, cuma bedanya yang ini aku taburin meises di tengah adonan dan diatasnya. Menurutku aku lebih suka yang ini dari pada yang keju (selera beda-beda yaa..). Yang satu ini rasanya nyoklat banget dan wangi pandannya ga terlalu tajam. Layak dicoba pokoknya..yummmmm...

Pukis Pandan Keju

Hiyaaaaa...akhirnya buat pukis jugaa..
Seperti kebiasaan yang udah-udah butuh keberanian setelah berminggu-minggu melototin blog mba Ricke *dadah-dadah mba Ricke-Ordinary Kitchen..makasi udah apload rsep enak dan suksesnya yaaa..*
Anyway..ini pukis asli enak dan ga pake gagal pulak. Bahkan kata Hunny-ku lebih enak dari pukis yang di pasar gede yang terkenal itu..katanya lebih 
lembut.Hihihihi..Dan aku yang ga doyan kue manis pun udah ngabisin 3 biji *lapar apa doyan?*

Yasutrahlah..ini dia resepnya dengan sedikiiittt modifikasi.

Bahan:
250 gr Tepung Cakra
150 gr gula pasir
65 gr mentega,cairkan,dinginkan
350 ml santan
1 1/2 sdt pasta pandan (campur dan aduk rata ke dalam santan)
1 sdt ragi (fermipan)
1 sdt emulsifier (ovalet)
3 butir telur
50 ml susu lental manis putih
2-3 sdm keju parut (lebih banyak juga boleh..sesuai selera aja)
1/4 sdt garam

Cara Membuat:
1. Kocok gula,telur,garam dan emulsifier sampai KEMBANG, KAKU dan PUTIH (mixer dengan speed paling besar)
2. Masukkan tepung 1/3 bagian, kemudian santan 1/2 bagian. Lakukan bergantian sampai habis (mixer dengan speed 1).
3. Masukkan ragi dan aduk dengan spatula sampai rata.
4. Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit dan aduk rata.
5. Masukkan susu kental manis dan aduk rata.
6. Diamkan selama 30 menit.
7. Campurkan keju parut, aduk rata dan siap dituangkan ke wajan pukis. Isikan sebanyak 3/4 tinggi wajan lalu tutup. Bila ingin menambahkan topping keju letakkan ketika permulaan pukis msh sedikit basah ditengah. 
8. Bila permukaan sudah kering, angkat dan langsung olesi mentega agar tidak keras ketika dingin.

Selamat Menikmatiiiii :)