Tampilkan postingan dengan label Sayur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Brokoli Siram


Masakan mudah tapi berkelas restoran? Ya brokoli siramlah jawabannya :) 
Bumbunya sangat mudah, bahan-bahannya pun dijual dipasar dan masaknya cepat bangetttt...jadi yang suka brokoli dengan cara masak yang mudah tapi sehat? Hayuukkkk segera dipraktekin resep ini yaaa...
Resep ini semalam juga menjadi bagian jamuan makan malam bersama teman-temanku yang makan malam di rumahku. Dan ternyata ini sayur favorit tamu-tamuku...terbukti dengan begitu cepatnya si brokoli siram ini ludes dan tandas. Hihihihi..
Bahan:
500 gr brokoli, potong sesuai ukuran yang diinginkan
150 gr ayam cincang
Bumbu:
4 siung bawang putih, krepek dan iris-iris
1/2 bawang bombay, iris-iris
1/2 buah paprika merah, iris-iris
Garam secukupnya
Saus tiram secukupnya
Air secukupnya, kentalkan dengan sedikit maizena

Cara Membuat:
1. Cuci bersih brokoli dan kukus hingga matang. Sekitar 15 menit dan masih kriuk-kriuk yaaa..
2. Angkat dan langsung rendam dalam air es, untuk menghentikan proses pemasakan agar brokoli tetap hijau cantik dan kriuk-kriuk. Tiriskan dan tata dalam piring saji.
3. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga wangi dan layu. Masukkan paprika dan ayam cincang. Aduk hingga ayam berubah warna dan paprika agak lemas. Beri garam dan saus tiram. Tuang sedikit air (yang tanpa maizena), masak hingga ayam matang. Lalu tuang 3-4 sdm air yang telah dicampur maizena. Aduk sebentar hingga mengental. Angkat dan siramkan pada brokoli. Hidangkan.

Tumis Pare

Ini sayur yang rasanya pahit tapi enak. Walaupun untuk banyak orang sayur ini ga enak karena pahit dan banyak orang yang mengolahnya berusaha menghilangkan pahitnya dengan berbagai cara. Tapi menurutku apalah artinya pare bila tidak pahit? *gubrakkk dehh* Lagian apa enaknya makan pare kalau rasanya sama aja dengan sayuran lain kan? Hihihi..tapi kembali ke selera masing-masing sih yaa..
Konon katanya..pare ada 2 jenis. Yang bertekstur penuh gerigi itu pasti pahit. Yang teksturnya mulus itu tidak pahit. Tapi aku ngga pernah beli yang ga pahit jadi ngga tau rasanya enak apa ngga tu yang tekstur mulus :)

Buat aku pare itu enaknya dimasak dengan sedikit daging dan harus pedas, dimakan dengan nasi hangat dan tempe mendoan serta krupuk. Rasanya? Jangan tanya deh..langsung aja praktekin resepnya yaaa... :)
Bahan:
2 buah pare ukuran sedang, potong-potong setebal 0.5 cm
150 gr daging ayam, potong dadu
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris
10 buah cabe rawit, potong serong
1 buah tomat, potong sesuai selera
Garam secukupnya
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Cuci bersih pare dan remas-remas bersama garam hingga air dari pare keluar. Buang airnya dan remas sampai 3 kali. Gunanya untuk mengurangi rasa asin. 
2. Tumis bawang merah dan bawng putih hingga harum dan berwarna coklat muda. Kemudian masukkan ayam, cabe rawit dan tomat. Aduk hingga rata dan biarkan sebentar hingga ayam berubah warna.
3. Setelah ayam berubah warna masukkan pare aduk rata dan beri garam secukupnya. Kemudian masukkan air dan biarkan sampai mendidih dan matang. Angkat dan hidangkan.

Selasa, 09 Juli 2013

Tumis Selada Air

Ini adalah salah satu sayur kesukaanku. Sejak kenal sama sayur yang satu ini benar-benar cinta mati deh. Apalagi kalau dimasaknya pakai irisan cabe rawit yang banyak..whuaaaaaa...pokoknya juara deh!
Di beberapa daerah, seperti Bandung, selada air dimakan mentah sebagai lalapan lho..tapi aku koq ga doyan ya kalo mentah gitu..di beberapa daerah pun namanya bukan selada air. Contoh ya di Solo ini mereka menyebutnya sebagai jembak. Rasanya krispi dan ada sedikit aroma khas yang membuatnya berbeda dari sayuran yang lain. Saudaraku yang dari Medan bilang disana selada air ini makanan orang kaya karena harganya yang cukup mahal. Padahal di Solo Rp 4000 aja udah dapat sekantong plastik ukuran sedang.Hihihi..
Oh iya..ini dia nih penampakannya selada air sebelum disiangi. Kebetulan pas nyari-nyari nama lainnya di mister gugel nemu di my-zone * hai my-zone..salam kenal yaa..izin copy paste fotonya yaa..*
Sayangnya sayur ini tidak tahan lama, dalam 2 hari dikulkasin udah kuning aja gitu daun-daunnya. Jadi kalau aku nyetok sayuran dikulkas, selada air ini harus dimasak lebih dulu. Kalau keburu kuning kan sayang..ujung-ujungnya malah dibuang deh..:(
Kalau di Solo, selada air ini bisa diolah macam-macam lho..tapi aku lebih sreg dengan ditumis pedas aja deh. Lebih cocok di lidah gitu :)
Bahan:
300 gr Selada Air yang telah disiangi
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris-iris
10 buah cabe rawit merah, potong-potong serong
1 buah tomat potong 8 bagian
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya, untuk menumis
air secukupnya
 Cara Membuat:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai wangi dan kecoklatan. Kemudian masukkan irisan cabe dan tomat. Aduk hingga agak layu.
2. Masukkan selada air dan aduk hingga tercampur rata dan layu. Beri garam dan air secukupnya. Masak hingga air mendidih, angkat dan sajikan.

Minggu, 23 Juni 2013

Sayur Urap


Namanya urap sayuran..entah mengapa dinamai 'urap'. Cari-cari asal muasal nama ini di mister gugel ga nemu juga. Ya sudahlah yaa..Nama urap terkenal di daerah Jawa Timur tapi kalau di Jawa Tengah atau ttepatnya Jogja dan Solo orang menyebutnya 'gudangan'. Makanya kemarin waktu ke pasar nanya ibu-ibu tukang sayur tentang isi urap ini mereka semua bingung. Setelah dijelaskan barulah mereka mengerti dan menyebutnya sebagai gudangan. Memang yaa..lain ladang lain pula belalangnya *apa cobaaa* :p

Sejak memutuskan untuk mengubah pola makan yaitu lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran, aku jadi rajin mencari resep-resep sayuran yang sekiranya tidak perlu mengalami proses pemasakan yang terlalu lama..syukur-syukur bisa dimakan mentah *walaupun agak bergumul ya makannya* Hihihihi..
Urap adalah olahan sayur kedua yang menjadi pilihanku setelah karedok. Soal rasa si urap ini enak juga lhoo..cuma ya itu tadi..seleraku tetap membuat dia menjadi nomor dua :D
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan:
10 lonjor kacang panjang (potong-potong sepanjang 2 ruas jari)
2 buah wortel ukuran sedang (potong korek api)
1 buah timun (potong kecil-kecil)
1 ikat kemangi
100 gr tauge (buang akarnya)
5 lembar kol (iris-iris)
Bumbu:
1/2 buah kelapa (kupas, buang kulit arinya dan parut)
3 buah cabe merah
3 buah bawang merah
2 buah bawang putih
1 sdt terasi
1 ruas kencur
2 buah daun jeruk, buang tulang (aku ga pake)
1 sdm gula merah
1 sdt garam

(Lihatlah..indahnya dan menggodanya sayur-sayur ini. Seolah memanggil-manggil 'eat me pleaseee')
Cara Membuat:
1. Bumbu: ulek cabe merah, bawang merah, bawang putih dan garam hingga halus. Masukkan terasi, gula merah dan kencur. Haluskan pula.
2. Campur bumbu halus dengan kelapa parut, beri daun jeruk. Kukus hingga matang, angkat.
3. Rebus wortel dan kacang panjang dalam air mendidih secara terpisah (Kalau aku khusus tauge dan kol hanya aku seduh dengan air mendidih)
4. Taruh sayuran dalam piring saji, taburi bumbu dan aduk rata.

Rabu, 19 Juni 2013

Sayur Bumbu Rujak


Ini salah satu sayur kesukaan dirumahku. Kalau aku masak sayur ini pasti aku dan suami rajin makan. Mendadak rakus kayanya yaa..hahahaha..
Aku sih sebenarnya ngga tau nama masakan ini apa, soalnya dulu setiap kali mamaku masakin sayur ini, kami anak-anaknya selalu nyebutnya sayur santan. Secara pake santan gitu lho..hihihihi..
Tapi kata suamiku kalau di jawa orang bilangnya sih bumbu rujak. Hmmm..ternyata rujak ga cuma buah aja, sayur juga bisa ya :)
Tapi apapun itu namanya, pokoknya enaklah rasanya..
Bahan:
10 lonjor kacang panjang, potong-potong
Pepaya muda secukupnya, iris seukuran korek api (diganti rebung juga enak lhoo)
Tahu potong dadu dan goreng sampai matang
Tempe potong dadu dan goreng sampai matang
Santan secukupnya (sekitar 300 ml ), boleh pakai yang encer atau pun kental (aku pakai yang encer, takut kolesterol soalnya)
Bumbu Halus:
4 siung bawang putih
6 siung bawang merah
3 buah cabe merah
2 buah cabe rawit
1 sdt ketumbar
2 buah kemiri
2 ruas jari kunyit
2 batang serai, memarkan saja
2 ruas jari lengkuas (boleh dimemarkan)
2 lembar daun salam
garam secukupnya

(ini dia pasangan sayur bumbu rujak ;) bikin makan makin lahap)

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai harum, kemudian masukkan serai, daun salam dan lengkuas. Aduk lagi sampai rata.
2. Masukkan pepaya muda, tempe dan tahu. Aduk sampai bumbu tercampur rata. Kemudian tuang santan. Masak sampai pepaya matang. Lalu masukkan kacang panjang dan masak selama maksimal 4 menit.
3. Cicipi garamnya dan bila dirasa sudah pas, matikan api, angkat dan hidangkan.

Senin, 10 Juni 2013

Karedok

Sejak menjalani Food Combining, olahan sayur ini adalah favorit nomor satu aku. Selain enak buatnya pun ngga pake repot dan lama *males.com* hihihihi...
Cuma potong-potong, ulek bumbu sebentar lalu aduk-aduk jadi deh...
Oh iya..berhubung ini sayuran mentah semua dan bukan sayur organik sebaiknya sayurnya diseduh air panas dulu selama 30 detik. Secara di Solo ini sayur organik masih terhitung susah ditemukan. Kalaupun ada biasanya sudah tidak segar dan hanya sedikit jenisnya. Tapi apapun itu jangan sampai ga makan sayur sebanyak-banyaknya yaaaa #Indonesiamakansayur.
Ini dia nih penampakan karedoknya..

Bahan:
Kacang panjang (potong sepanjang 1 cm)
Tauge (buang akarnya)
Wortel (potong dadu)
Timun (potong seukuran 2x besar dadu)
Kol (iris tipis-tipis)
Bumbu (Dihaluskan):
3 buah cabe merah
5 buah cabe rawit
1 ruas jari kencur
1 ruas jari terasi (kira-kira 1 sdt)
4 siung bawang putih
1 sdm air jeruk limau
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
150 gr kacang tanah yang sudah di sangrai / goreng (aku pakai kacang mete)
1 lembar daun jeruk (tidak harus pakai)
Cara Membuat:
Campur semua bumbu yang telah dihaluskan hingga rata kemudian masukkan semua sayur-sayuran aduk rata dan siap disantap.

Mudah sekali kan pembuatannya? Mau sehat tapi lagi males lama-lama didapur? Ya ini dia solusinya. Hehehehe...Selamat mencoba...

Rabu, 01 Mei 2013

Capcay Ala Astri

Siapa yang tidak kenal masakan satu ini? Meskipun dia dikenal sebagai salah satu Chinese cuisine (walaupun bukan otentik yaa..) tapi entah mengapa seluruh rakyat negri ini mengenalnya dan bahkan sangat sedikit yang ngga doyan sama si capcay ini. Aku adalah penyuka sayur-sayuran, secara didikan keluarga yang mewajibkan makan sayur membuat aku ga bisa makan dengan nikmat kalau tidak ada sayur.

Konon kata seorang teman Tionghoa, capcay berarti masakan yang terdiri dari 7 jenis sayuran. Tapi pada prakteknya kadang-kadang aku buat kurang dari 7 jenis kadang juga lebih. Pokoknya suka-sukanya yang masak deh..hihihi..Kali ini aku campurin dengan yang non halal yaitu babi. Entah mengapa menurutku rasanya jadi lebih manis (padahal ngga pake gula lhoo..karena aku paling anti masukin gula kedalam masakan).
Pokoknya masakan ini nikmatnya tiada tara, aku kalo sudah masak sayur ini ga akan makan nasi. Isinya capcay doang sepiring penuh (rakus.com) :p

Anyway busway..ini dia resepnya..
Bahan:
1 buah wortel ukuran sedang/besar
1 kuntum brokoli (berat sekitar 250 gr)
10-15 batang buncis, potong memanjang (5 cm)
4 lembar kol, potong ukuran 4x4cm
5 lembar jamur kuping, potong sesuai selera
5 buah jagung muda ukuran sedang, potong serong
6 lembar sawi putih, potong-potong
2 batang daun bawang, potong sesuai selera
10 buah bakso potong menjadi 4 bagian
Daging babi secukupnya (kalau bisa yang ada sedikit lemaknya supaya lebih enak)
Bawang Bombay diiris 
Bumbu Halus: 
4 Siung bawang merah
5 siung bawang putih 
Merica secukupnya
Garam secukupnya
Pelengkap:
1 sdm saus tiram (ngga dipake pun tetep enak koq)
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga harum dan masukkan bawang bombay. Aduk hingga bawang bombay layu.
2. Masukkan daging babi, aduk rata dan biarkan sampai minyak dari dagingnya keluar. Lalu tuang air sampai daging terendam dan biarkan sampai daging empuk dan matang.
3. Masukkan bakso, jagung muda, jamur kuping dan wortel, aduk rata dan tambahkan air secukupnya bila dirasa air sudah menyusut (jangan terlalu banyak nanti jadinya sup dong yaa :) )
4. Masukkan brokoli dan buncis, aduk sebentar lalu masukkan sawi putih dan kol. Setelah layu aduk sebentar. masukkan daun bawang dan matikan api.
Capcay siap disantap :)

Note: 
Sebaiknya jangan memasak sayur terlalu lama, selain enzim sayuran menjadi rusak rasanya sudah tidak kriuk-kriuk lagi dan warnanya pun sudah tidak cantik lagi.

Selamat mencoba...

Selasa, 30 April 2013

Oseng Buncis Cabe Merah

Pernahkah anda tiba-tiba bangun pagi hari dan serasa malas untuk memasak? Saya sering.hihihihi..jangan ditiru ya! Kalau lagi diserang si malas itu yang ada dipikiranku adalah masak yang simpel, cepat tapi enak. Dan kali ini pilihannya jatuh pada si oseng buncis cabe merah ini..*kejadian malasnya terjadi seminggu yang lalu*
 
Bahan:
1/4 kg buncis
20 buah cabe merah
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
Garam secukupnya
Minyak Goreng secukupnya untuk menumis
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Siangi buncis dan potong-potong sesuai selera.
2. Iris -iris bawang merah dan putih dan iris serong cabe merah.
3. Panaskan minyak goreng secukupnya dan masukkan bawang merah dan bawang putih tumis sampai wangi dan agak kekuningan. Kemudian masukkan cabe merah lalu aduk dan tumis hingga layu.
4. Masukkan buncis dan aduk beberapa kali, tambahkan garam dan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih lalu angkat dan siap dihidangkan. 

Buncis adalah salah satu sayur favorit keluargaku selain kangkung. Semalas-malasnya aku paling tidak harus berjuang untuk masak sendiri dan menghindari beli diluar yang kebersihan masakannya tidak terjamin. Semoga aja aku semakin sering rajinnya dari pada malasnya ya..hihihihi...