Tampilkan postingan dengan label Masakan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masakan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

Gurame Cabe Garam


Sudah sangat lama rasanya blog ini tersia-sia. Entah mengapa sejak adik saya meninggal dan kesibukan yang semakin ga kenal waktu membuat saya seolah sulit untuk menulis lagi. Tetapi kemarin seorang teman kerja saya 'memaksa' atau lebih tepatnya ngomporin untuk aktif lagi nge-blog. Tadinya saya menolak tapi entah mengapa saya kepikiran sampai akhirnya saya putuskan untuk mencoba menulis lagi. 

Sebenarnya resep ini sudah saya eksekusi setahunan yang lalu. Tapi tidak apalah ya...hitung-hitung pemanasan dulu deh :)

Semoga postingan kali ini bisa berguna dan menjadi inspirasi memasak, terutama bagi ms. Meme (partner saya di sekolah yang ngomporin saya untuk nge-blog lagi). Hehehehe....


Gurame Cabe Garam
Bahan:
1 ekor ikan gurame ukuran besar, fillet dan cuci bersih
1 sdt garam
1 buah jeruk nipis

Tepung Pencelup:
4 sdm tepung maizena
4 sdm tepung crispy (bisa merk apa saja)
1 sdt garam
air secukupnya

Bumbu Cabe Garam:
5 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit merah
5 siung bawang putih
garam secukupnya

Taburan:
daun bawang secukupnya, iris tipis

Cara Membuat:
1. Marinate ikan gurame beserta daging filletnya bersama garam dan perasan jeruk nipis. Diamkan 15 menit.
2. Campur adonan pencelup, aduk rata hingga kekentalan yang diinginkan.
3. Celupkan fillet gurami ke dalam adonan pencelup dan goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Goreng hingga matang. Demikian juga untuk tulang ikan dan kepalanya, goreng hingga matang. Angkat, tiriskan dan letakkan di piring saji.
4. Tumis bumbu cabe garam menggunakan minyak bekas menggoreng ikan tadi hingga wangi dan matang.
5. Siramkan bumbu cabe garam diatas ikan yang sudah tertata. Taburi daun bawang. Sajikan.

Makan gurame cabe garam bersama nasi hangat dan tumis kangkung atau brokoli siram. Rasanya luar biasa nikmat. 
Selamat mencoba :)

Senin, 26 Agustus 2013

Rendang Padang

Jodohnya ketupat ketan pastinya adalah rendang padang. Setiap tahun, sejak pindah ke Solo, walaupun aku bukan umat muslim tapi aku selalu turut merayakan lebaran ketupat dengan memasak ketupat ketan dan rendang. Meski gharus berjam-jam berkutat didapur kupas-kupas, potong-potong, ngulek-ulek dan aduk-aduk semuanya aku lakukan demi makanan yang enak dan tinggi kolesterol ini. Hahahaha...

Beberapa waktu sebelum lebaran kemarin di milis banyak ngebahas soal resep rendang dan muncullah resep rendang dari uni Dewi Anwar, salah satu pakar rendang tentunya. Dan aku putuskan lebaran ketupat tahun ini harus mengeksekusi resep uni Dewi Anwar. Sekedar informasi..hasil dari berjam-jam didapur ini sungguh sangat tidak mengecewakan alias enaaakkkk bangeeettt :)

Resep: Dewi Anwar via Dapur Solia
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan:  
1/2 kg Daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 12 bagian, cuci bersih dan tiriskan
1 1/2 butir Kelapa tua, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat kuku, kira-kira 1000 cc) 
Bumbu dihaluskan: 
10 butir Bawang merah
8 butir Bawang putih
Seibu jari (= 6cm) Jahe
1 ons Cabe merah besar giling
1 sdt Merica putih
10 buah cabe rawit 

Bumbu Pelengkap: 
Seibu jari lengkuas (laos), diparut
4 batang Sereh, haluska bagian putihnya dan geprek batang hijaunya
3 buah Bunga pekak (bunga lawang, bentuknya seperti bintang)
5 lembar Daun jeruk
3 lembar Daun salam
2 lembar Daun kunyit, disobek2
Note: Paling bagus jika menggunakan bumbu-bumbu yang masih segar, belum kering
Bumbu Pelengkap 2:  

1 sdm Kelapa serundeng (kelapa diparut memanjang, digongseng tanpa minyak sampai coklat, giling halus sampai keluar minyaknya)
1 sdm (kira2 25 gram) Hati sapi rebus, giling halus --> wajib ada..tapi aku ngga pake. Hihihi..
1 sdm Air asam
2 sdt Garam (atas sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)
Cara membuat:
1) Ungkep daging dengan bumbu halus (beri air sedikit saja), biarkan hingga air daging keluar. Terus ungkep sampai air kering (gunakan api kecil).
2) Tuang santan, masukkan bumbu pelengkap, aduk rata. Aduk santan dengan gerakan menimba hingga mendidih, jaga supaya tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.
3) Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak (warnanya kuning seperti mentega leleh atau minyak goreng di masakan bali).
4) Masukkan bumbu pelengkap 2 termasuk garam dan gula. Cicipi hingga diperoleh rasa yang diinginkan.
5) Masak terus sambil sekali-sekali diaduk supaya tidak lengket sampai rendang berdedak dan berwarna coklat (kira-kira 1/2 jam untuk 1/2 kg daging).


Minggu, 25 Agustus 2013

Ketupat Ketan

Di Solo ada sebuah tradisi yang aku rasa cukup unik dan tidak aku temukan dikota lain tempat aku pernah tinggali sebelumnya. Tradisi itu namanya 'lebaran ketupat'...mengapa ini unik? Karena lebaran ketupat adalah perayaan yang dilakukan seminggu setelah perayaan Idul Fitri. Dan yang membuatnya seru dan menarik adalah setiap rumah di Solo pasti membuat ketupat dan kelengkapan lainnya. Semua pasar pasti akan menjual selongsong ketupat dan tidak sedikit pula yang menjual ketupat yang sudah matang. Tapi yang tidak kalah menarik lainnya (baca = menarik isi dompet) harga kelapa akan naik dua kali lipat demikian pula dengan harga daging sapi. Hehehehe...tapi semua itu tidak mengurangi keseruan lebaran ketupat di Solo.

Berhubung aku adalah orang batak kurang nampol rasanya kalau makan ketupat beras, paling sempurna adalah ketupat ketan. Dan setelah ngubek-ubek  NCC Lontong Week akhirnya nemu deh resep paling oke dan nikmat ala bu Citra Kusuma..thank you for sharing ya buu :* 
Resep ketupat ini adalah resep paling enak dan benar-benar ga menyesal deh masak sampai 5 jam. Hasilnya sesuai dengan effort yang dikeluarkan. Hihihihihi...

Ketupat Ketan 
Resep: Citra Kusuma
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan :
  • 1 liter beras ketan, cuci , rendam dengan santan selama 1 jam (aku cuma pakai 3/4 kg ketan)
  • 15 buah selongsong ketupat ukuran sedang (aku pakai selongsong ukuran kecil, supaya ga terlalu kenyang)
  • 4 liter santan dari 2 butir kelapa (aku pakai 3 liter santan dari 1,5 butir kelapa)
  • 3 batang serai (aku pakai 5 batang serai supaya lebih kuat aromanya)
  • 3 ruas lengkuas
  • 4 lembar daun salam
  • 2sdt garam
Cara membuat :

  • Tiriskan santan dari santan perendam (jangan dibuang, santan akan dipakai untuk merebus ketupat)
  • Masukkan beras ketan ke dalam selonsong ketupat hingga penuh namun tidak padat, masih ada ruang 1 cm dari sudut ketupat.
  • Masukkan ketupat dalam panci berisi santan, masukkan bahan lainnya
  • rebus ketupat hingga 4 - 5 jam dengan api kecil hingga ketupat matang dan kuah santan mengental
Ketupat ketan ini sangat cocok dimakan bersama rendang padang yang super nendang atau sambel goreng ati atau pun opor ayam. Dipostingan berikut aku akan tuliskan resep rendang padang yang nendang yaa..


Jumat, 12 Juli 2013

Ayam Panggang Kemiri

Bagi penyuka ayam resep ini wajib di coba..bukan promo bukan pula iklan tapi masakan ini bener-benr nendanggg rasanya :p
Semalam kami kedatangan tamu istimewa *ecieeehhhh..* yang diundang suami untuk dinner bareng dirumahku. Tadinya bingung mau masak apa yaa...yang mudah, enak dan ga pake ribet. Dan teringatlah aku pada mba Endang JTT..langsung deh meluncur tengah malam untuk mencari pencerahan ke web mba Endang. Dan pas banget ketemu postingan baru mba Endang yang bikin aku ngiler tengah malam. Akhirnya kuputuskan resep inilah yang akan aku eksekusi untuk menjamu teman-teman istimewaku. Makasi resepnya ya mbaaa...

Anyway..rasanya memang beneran enak banget. Bumbunya meresap dan rasanya sempurna. Walaupun aku panggangnya di oven..secara ga punya panggangan pake arang sih..Nabung dulu deh supaya bisa beli panggangan yang keren di Ace Hardware. Hihihihi..Semoga kesampean ya Tuhan...amin :)
Ayam panggang kemiri ini pas dimakan dengan sambal bawang mentah..rasanya? Cobain sendiri deh yaaa...:)

Baiklah..mari kita ceki-ceki deh resepnya..pake sedikit modifikasi yaaa..seperti biasa ;)
Bahan:
10 potong ayam negeri (sepertinya pakai ayam kampung lebih enak lagi nih :))
250 ml santan kelapa (aku pake santan Kara di encerkan dengan air)
Minyak goreng secukupnya
Bumbu dihaluskan:
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas (aku ga pake)
2 lembar daun salam
3 batang sereh, iris-iris (ambil bagian putihnya saja)
5 buah kemiri
1 sdt ketumbar
Bumbu pelengkap:
3 lembar daun pandan
1 sdt gula merah yang telah diserut
1 lembar daun jeruk
Asam jawa, dilarutkan dalam air hangat (aku pake 4 sdm)
garam secukupnya
Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga wangi, kemudian masukkan daun pandan, daun salam dan daun jeruk. Aduk hingga layu dan masukkan ayam. Campurkan ayam dengan bumbu hingga merata dan diamkan sebentar.
2. Tuang santan kedalam ayam, beri garam, gula merah dan air asam jawa. Aduk rata. dan diamkan hingga kuah santan mengering dan tersisa bumbunya saja.

3. Panaskan oven hingga 150 dercel kemudian panggang ayam hingga matang kecoklatan. Jangan lupa dibalik agar matangnya merata.
4. Setelah matang, pindahkan ke piring saji dan selamat menikmati yaaa.. :)


Tumis Pare

Ini sayur yang rasanya pahit tapi enak. Walaupun untuk banyak orang sayur ini ga enak karena pahit dan banyak orang yang mengolahnya berusaha menghilangkan pahitnya dengan berbagai cara. Tapi menurutku apalah artinya pare bila tidak pahit? *gubrakkk dehh* Lagian apa enaknya makan pare kalau rasanya sama aja dengan sayuran lain kan? Hihihi..tapi kembali ke selera masing-masing sih yaa..
Konon katanya..pare ada 2 jenis. Yang bertekstur penuh gerigi itu pasti pahit. Yang teksturnya mulus itu tidak pahit. Tapi aku ngga pernah beli yang ga pahit jadi ngga tau rasanya enak apa ngga tu yang tekstur mulus :)

Buat aku pare itu enaknya dimasak dengan sedikit daging dan harus pedas, dimakan dengan nasi hangat dan tempe mendoan serta krupuk. Rasanya? Jangan tanya deh..langsung aja praktekin resepnya yaaa... :)
Bahan:
2 buah pare ukuran sedang, potong-potong setebal 0.5 cm
150 gr daging ayam, potong dadu
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris
10 buah cabe rawit, potong serong
1 buah tomat, potong sesuai selera
Garam secukupnya
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Cuci bersih pare dan remas-remas bersama garam hingga air dari pare keluar. Buang airnya dan remas sampai 3 kali. Gunanya untuk mengurangi rasa asin. 
2. Tumis bawang merah dan bawng putih hingga harum dan berwarna coklat muda. Kemudian masukkan ayam, cabe rawit dan tomat. Aduk hingga rata dan biarkan sebentar hingga ayam berubah warna.
3. Setelah ayam berubah warna masukkan pare aduk rata dan beri garam secukupnya. Kemudian masukkan air dan biarkan sampai mendidih dan matang. Angkat dan hidangkan.

Selasa, 09 Juli 2013

Tumis Selada Air

Ini adalah salah satu sayur kesukaanku. Sejak kenal sama sayur yang satu ini benar-benar cinta mati deh. Apalagi kalau dimasaknya pakai irisan cabe rawit yang banyak..whuaaaaaa...pokoknya juara deh!
Di beberapa daerah, seperti Bandung, selada air dimakan mentah sebagai lalapan lho..tapi aku koq ga doyan ya kalo mentah gitu..di beberapa daerah pun namanya bukan selada air. Contoh ya di Solo ini mereka menyebutnya sebagai jembak. Rasanya krispi dan ada sedikit aroma khas yang membuatnya berbeda dari sayuran yang lain. Saudaraku yang dari Medan bilang disana selada air ini makanan orang kaya karena harganya yang cukup mahal. Padahal di Solo Rp 4000 aja udah dapat sekantong plastik ukuran sedang.Hihihi..
Oh iya..ini dia nih penampakannya selada air sebelum disiangi. Kebetulan pas nyari-nyari nama lainnya di mister gugel nemu di my-zone * hai my-zone..salam kenal yaa..izin copy paste fotonya yaa..*
Sayangnya sayur ini tidak tahan lama, dalam 2 hari dikulkasin udah kuning aja gitu daun-daunnya. Jadi kalau aku nyetok sayuran dikulkas, selada air ini harus dimasak lebih dulu. Kalau keburu kuning kan sayang..ujung-ujungnya malah dibuang deh..:(
Kalau di Solo, selada air ini bisa diolah macam-macam lho..tapi aku lebih sreg dengan ditumis pedas aja deh. Lebih cocok di lidah gitu :)
Bahan:
300 gr Selada Air yang telah disiangi
Bumbu:
4 siung bawang merah, iris-iris
2 siung bawang putih, keprek dan iris-iris
10 buah cabe rawit merah, potong-potong serong
1 buah tomat potong 8 bagian
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya, untuk menumis
air secukupnya
 Cara Membuat:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai wangi dan kecoklatan. Kemudian masukkan irisan cabe dan tomat. Aduk hingga agak layu.
2. Masukkan selada air dan aduk hingga tercampur rata dan layu. Beri garam dan air secukupnya. Masak hingga air mendidih, angkat dan sajikan.

Ayam Goreng Sambel Ijo

Untuk penyuka pedas, makanan satu ini pasti deh benar-benar bikin girang, ngiler dan tentunya kepedesan.Bagaimana tidak...ayamnya hanya 10 potong tapi sambelnya sepiring besar. Hihihihi..
Untuk yang ga suka pedas pasti serem ya bayanginnya, tapi penggila pedas wajib deh cobain resep ini. Rasanya seperti ditampar tapi nikmat :)
Terinspirasi dari web mba Endang Just Try And Taste. 
Semalam saat lagi jalan-jalan ke web mba Endang dan resep ini berhasil membuat air liur-ku terbit saat tengah malam. Akhirnya kuputuskan untuk mengeksekusi resep Ayam Sambel Ijo hari ini. Walaupun ada sedikit modifikasi, berhubung ada beberapa bumbu yang tidak tersedia di rumah dan males keluar untuk beli, rasanya tetap nikmat dan juara deh pokoknya. Hihihihi..
Bahan:
1 kg ayam negeri, potong-potong ukuran sedang
Bumbu Ayam (Haluskan):
5 siung bawang putih ukuran besar
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari lengkuas (optional)
1 sdt ketumbar
1/2 sdt merica
garam secukupnya

Sambel Ijo:
3 buah tomat hijau ukuran sedang/besar
7 buah cabe hijau
23 buah cabe rawit hijau
4 siung bawang merah ukuran besar
3 siung bawang putih
3 lembar daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
1 sdm air jeruk nipis
Lengkuas, memarkan (aku ga pake)

Cara Membuat:
1. Cuci bersih ayam dan masukkan bumbu ayam yang telah dihaluskan. Aduk hingga tercampur rata. Masukkan kedalam panci/penggorengan dan ungkep dengan api kecil sampai air dari daging ayam keluar dan mengering. Jangan lupa sesekali dibolak-balik agar matang merata.
2. Setelah Ayam selesai diungkep, goreng dalam minyak panas dan banyak hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan minyaknya dan tata di piring.
3. Sambel Ijo: Rebus tomat, cabe hijau, rawit hijau, bawang merah dan bawang putih hingga matang. Kemudian angkat dan haluskan.
4. Tumis sambel ijo dan masukkan daun salam, gula,garam dan air jeruk nipis. Aduk sesekali dan masak hingga harum. Matikan api dan siramkan ke atas ayam goreng tadi.

Selasa, 16 April 2013

Sambel Goreng Ati & Lalapan Sambel Bawang


Kalau sudah bicara masakan Indonesia, hampir semua aku suka. Yang satu ini salah satu yang aku suka tapi cukup bahaya untuk kesehatan kalau sering-sering dimakan.hehehe.. tapi berhubung sangat ingin makan ini sambel goreng akhirnya dibuatlah penyeimbangnya yaitu lalapan dengan porsi besar dan ditemani sambel bawang sebagai condiment.
Bahan:
Sambel Goreng:
500 gr hati & ampela ayam kampung, potong-potong lalu goreng sebentar (tidak digoreng juga oke koq )
500 gr kentang, kupas dan potong kotak-kotak besar lalu goreng setengah matang.
10 biji petai, potong-potong (kalau suka petai bisa dibanyakin koq..hehehe)
5 cm lengkuas (Memarkan)
3 lbr daun jeruk
2 batang serai (Memarkan)
500 ml Santan (300 ml santan kental + 200 ml santan encer...)
Bumbu Dihaluskan:
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
10 buah cabe rawit
10 buah cabe merah
2 buah kemiri
Garam secukupnya
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga wangi. masukkan daun jeruk, serai dan lengkuas yang telah dimemarkan.
2. Masukkan ati, ampela dan petai. Aduk sampai tercampur rata.
3. Tuang santan dan biarkan sampai mendidih sambil diaduk sesekali. Jangan lupa tambahkan garam secukupnya..
4. Setelah kuah santan agak berkurang masukkan kentang, aduk sebentar dan biarkan sampai kuah menyusut (boleh diaduk sesekali tapi hati-hati kentangnya hancur yaa..).
5. Setelah kuah menyusut (kalau aku sukanya sampai ga ada kuah santannya) angkat dan siap disajikan.
Note: Saat akan dimakan diberi peresan air jeruk nipis diatas sambel gorengnya enak juga lho..segar-segar gimanaaa gitu..tapi ini ga wajib ya..selera aja.kebetulan aku suka yg agak kecut.hihihihi..

Menurutku tidak ada masakan Indonesia yang tidak enak. Semuanya enak, unik dan istimewa. Memang masakan Indonesia tiada duanya..pokoknya proud to be Indonesian deh :)