Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2014

Day 1: Roasted Chicken #180DaysWithoutDeepFriedFood:

Pindah ke kota yang baru benar-benar bikin mood masak dan baking seolah lenyap entah kemana. Belom lagi peralatan perang yang belum lengkap karena masih ketinggalan di Solo dan juga tinggal di tempat baru yang kemana-mana jauh itu ujian banget deh rasanya. Tapi kemudian ada tantangan baru nih...aku menjadi semakin gembul di kota ini karena ga ngapa-ngapain. Dan akhirnya aku putuskan akan melakukan sesuatu untuk menghentikan kegembulan ini :D. Sekedar info aja ya aku pindah ke Surabaya, tepatnya sih Surabaya coret yaitu Waru, yang mana disini gudangnya gorengan yang enak-enak banget buat aku jadi semakin addicted sama gorengan. Akhirnya dengan tekad bulat aku putuskan..baiklah mari kita buat tantangan 180 Hari Tanpa Gorengan. Dan dimulailah pada hari Selasa kemarin, semoga saja bisa finishing well yaaa..hihihihi...
Berhubung mau sehat berbonus langsing, maka pasangan si Roasted Chicken ini adalah Boiled Pak Choy dan Sambel Bawang. Dan berdasarkan paham Food Combining maka kuputuskan tidak makan nasi kalau berpasangan dengan protein hewani.
So...wish me luck yaaa..supaya bisa jalani 180 hari dan bisa sehat berbonus langsing ;)



Untuk hari pertama ini dia resepnya..
Roasted Chicken
(Resep: Astri Fransiska)
Bahan:
1/2 kg ayam broiler (enakan sih ayam kampung yaa...bagian dada gitu)
5 buah cabe merah, iris-iris
Bumbu Dihaluskan:
4-5 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar (yg butiran)
10 butir merica
Garam secukupnya.
Cara Membuat:
1. Marinate ayam dengan garam secukupnya dan perasan jeruk nipis (1-2 iris) selama 15 menit.
2. Panaskan oven 175 derajat.
3. Masukkan dalam pinggan tahan panas ayam yang telah dimarinate (kalau ada tetesan air dibuang ya), balurkan dengan bumbu halus sampai rata dan taburi irisan cabe merah. Tutup pinggan dengan aluminium foil.
4. Panggang dalam oven selama 20 menit, buka alumunium foil, dan lanjut panggang selama 20-25 menit. Angkat dan siap disantap.
Note:
Kalau mau ayamnya agak krispi ovennya dilamaain aja.
Kuah/minyak yg keluar selama pemanggangan jangan dimakan yaa...buang aja..supaya sehat.hihihi..
Ayamnya di kerat2 pakai pisau saat memarinate, supaya bumbu meresap sampe kedalam.

Rasanya spt ayam goreng versi panggang deh..hihihi...
O iya dicocol sambel bawang uenak tenan..
Selamat mencobaaa..

Senin, 02 Desember 2013

Korean Fried Chicken (Yangnyeom Tongdak)

This is it!!! Makanan yang sampe kebawa mimpi pengen dieksekusi, bahkan sampe maksa-maksa anak bimbingan untuk nyariin dan memohon-mohon sama teman milis untuk beliin bumbu masakan Korea. Hihihihi...Dan akhirnya pertolongan itu pun datang dari anak bimbingan yang mau dirempongin hampir tiap malam *peluk-peluk Lenny embulll* dan juga salah satu teman milis *dadah-dadah mba Etta* yang sangat baik hati pulang kantor mau mampir ke Lotte Bandung demi beliin bumbu-bumbu masakan Korea yang tidak ada di Solo *tapi sekarang udah ada sih..udah 2 mingguan Lotte buka di Solo* Hihihihihi..
Semua ini memang bermula dari nonton film 'Jewel In The Palace' beberapa tahun lalu, yang bikin jatuh cinta sama keindahan kuliner Korea bahkan sampai terobsesi sama masakan-masakan Korea dan bertekad harus bisa buat sendiri.
Dan inilah hari indah itu..lebay deh :D, aku buat ayam goreng Korea atau bahasa aslinya disebut Yangnyeom Tongdak.
Bahan-bahannya sebenarnya bisa dikatakan susah-susah gampang. Susah kalau di kota yang tidak ada Lottemart dan beli online di FB harganya bisa 2-3 kali lipat. Gampang kalau ada Lottemart tentunya dan yang paling indah kalau ada teman atau keluarga yang bisa dimintain tolong untuk beliin. Hehehehe..
Oh iya..sebaiknya aku perkenalkan dulu ya bumbu wajib yang selalu ada di hampir semua masakan Korea.
 sumber:www.easykoreanfood.com
Yang pertama ini namanya Gochujang, pasta cabe ala korea yang didalamnya sudah diberi campuran pasta kedelai yang difermentasi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Aroma dan rasanya pedas asam dan warnanya merah pekat. Biasanya dipergunakan hampir disemua masakan.Harganya berkisar antara Rp 25.000 - Rp 30.000.
 sumber:www.easykoreanfood.com
Yang ini namanya Deonjang atau pasta kedelai. Biasanya digunakan untuk masakan berkuah atau sup. Proses pembuatannya adalah dengan fermentasi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun disimpan di dalam gentong dari tanah liat. Waktu beli sih kisaran harganya sekitar Rp 20.000 - Rp 22.000.
 sumber: detik food
Namanya Gochukaru atau cabe bubuk Korea. Warnanya yang merah menyala dan aroma pedasnya sampai bikin bersin. Hihihi..nah yang ini agak mahal..kemasan 900gr harganya Rp 75.000 *tapi dibeliin sama Lenny embul jadi gratis deh* Hehehehe...
Anyway..udahan ya perkenalan bumbunya. Kapan-kapan buat postingan sendiri deh tentang bumbu-bumbu masak Korea. Sekarang mari kita ceki-ceki resepnya.

Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan:
500 gr ayam (Tante Maangchi pakenya paha ayam aja)
1 sdt garam
1/2 sdt merica hitam bubuk
2, 5 sdm Tepung Kentang  
2 sdm Tepung Terigu
1 sdm Tepung Beras
1 butir telur
1/4 sdt baking soda
Minyak goreng secukupnya
3 buah bawang putih, cincang
2 sdm Saos tomat
2 sdm Gochujang
Rice syrup (aku ganti dengan 1-2 sdm madu)
Apple vinegar (aku ganti dengan 1 sdtcuka masak)
Biji wijen yang sudah dipanggang untuk taburan secukupnya (aku ga pake karena botol wijenku susah dibuka :D)
Cara Membuat:
1. Cuci bersih ayam dan tiriskan hingga ayam mengering, bila perlu ayam dilap dengan tisu dapur.
2. Lumuri ayam dengan garam dan merica bubuk, campur hingga merata.
3. Masukkan telur, tepung kentang, tepung beras dan tepung terigu kedalam ayam dan aduk dengan tangan hingga tercampur rata.
4. Goreng ayam dalam minyak banyak dengan api sedang selama 10 menit. Angkat dan masukkan gorengan ayam berikutnya dengan waktu yang sama. Kemudian goreng lagi ayam yang pertama hingga benar-benar matang berwarna coklat keemasan. Lakukan hal yang sama dengan gorengan berikutnya.
Note: Ayam perlu digoreng 2 kali untuk mendapatkan hasil gorengan ayam yang garing.
5. Saos: panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga wangi dan berwarna coklat muda, kecilkan api dan masukkan Gochujang, saos tomat,madu, dan cuka. Aduk hingga tercampur rata dan masukkan ayam goreng tadi. Aduk hingga ayam terlumuri sempurna. Matikan api dan sajikan.
Mau tau bagaimana rasanya? One is never enough ;) suamiku sampai nambah 2 kali. Hehehe..tapi sekedar saran aja ya..hidangan ini paling nikmat dimakan saat panas karena ayamnya masih garing krenyes-krenyes.
Selamat mencoba ;)






Jumat, 29 November 2013

Bakso Daging Ayam

Komentar pertama melihat foto ini adalah...ngga bangeettttt!!! ga menggoda sama sekali :( tapi dari pada ga di post jadi mubazir juga. Ya sudahlah..jangan fokus fotonya tapi fokuslah pada resepnya yang tidak gagal malah jadi rebutan saat bakso party sabtu lalu dirumahku. Hihihihi..

Resepnya aku peroleh dari web Mba Endang...rasanya memang tidak mengecewakan. Kenyal dan teksturnya pun mulus. Memang sih ada sedikit modifikasi tapi tidak mengubah apa yang dituliskan mba Endang koq. Anyway...makasi mba Endang..you are one of my culinary hero :*
Bakso Daging Ayam
Resep: www.justtryandtaste.com (Modifikasi dari Meatballs Ala Don)
Modifikasi: Astri Fransiska
Bahan bakso:
- 500 gram daging ayam (aku pakai dada dan paha yang di fillet)
- 125 ml air es
- 1 sendok makan kecap ikan
- 1 sendok teh garam, tambahkan jika kurang asin
- 1/2 sendok makan gula pasir 
- 1/2 sendok makan minyak goreng
- 2 sendok makan tepung maizena
- 1 1/4 sendok teh baking powder
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (aku ngga pake)
Lainnya:
- Air es untuk merendam bakso (aku malah lupa merendam :D)
Bahan kuah:
- 2 liter air kaldu dari air rebusan bakso plus tulang-tulang ayam
- 2 sendok teh kaldu bubuk 
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 2 sendok makan kecap ikan
- 1 sendok teh merica bubuk
- 2 sendok teh garam
- 2 batang daun bawang
- bawang merah goreng sebagai taburan
- minyak untuk menumis

Cara membuat:
1.Siapkan daging ayam, anda bisa menggunakan bagian daging ayam di dada atau paha. Saya memilih untuk menggunakan keduanya. Potong-potong dadu kemudian haluskan dalam food processor hingga benar-benar halus. Jika daging telah halus, tambahkan 5 sendok air es ke dalam gilingan daging. Tambahkan air es sesendok demi sesendok. Terus proses hingga cincangan daging membentuk gumpalan. Matikan food processor. Tuangkan daging ke dalam mangkuk besar.  Siapkan mangkuk kecil, masukkan sisa air es, kecap ikan, garam, gula, kaldu bubuk, baking powder, baking soda, merica, minyak goreng dan tepung maizena ke dalam mangkuk. Aduk hingga rata.  Tuangkan larutan tepung ke permukaan adonan daging, aduk perlahan dan biarkan cairan terserap. Kemudian aduk hingga benar-benar merata. 

Siapkan mangkuk berisi air es. Basahi tangan anda, ambil adonan kemudian bantingkan ke mangkuk, lakukan hal ini sekitar 15 kali atau hingga gumpalan adonan terlihat smooth, shiny dan elastis. Ketika disentuh terasa kenyal. Jika tangan anda lengket saat membanting adonan maka segera celupkan ke dalam air es. Fungsi banting-membanting ini adalah untuk memastikan serat daging terlepas dan tidak saling menggumpal serta untuk membuat adonan menjadi kompak.
Tutup permukaan mangkuk dengan plastik wrap dan bekukan selama 30 menit didalam freezer.
2. Jika telah 30 menit siapkan panci berisi air dan rebus hingga mendidih. Kemudian matikan apinya.
3. Keluarkan adonan bakso dari freezer dan bulat-bulatkan menggunakan dua buah sendok. Masukkan kedalam air (tanpa menyalakan api). Bila semua adonan sudah selesai dan masuk kedalam panci, nyalakan api kecil dan tunggu sampai bakso mengapung semua. Angkat.
Note: Penting untuk diperhatikan adalah jangan merebus bakso dengan api besar hingga air mendidih/bergolak. Karena akan membuat tekstur bakso menjadi kasar mirip bakso urat.
Kuah:
Siapkan wajan, beri 1 sendok makan minyak. Masukkan bawang putih dan tumis hingga harum dan matang. Angkat.
Siapkan panci berisi air rebusan bakso, tambahkan tulang belulang ayam (jika ada). Tambahkan tumisan bawang putih, kecap ikan, merica bubuk, dan kaldu bubuk. Rebus hingga mendidih, masukkan bakso dan daun bawang. Masak hingga matang. Cicipi rasanya. Angkat.



Rabu, 17 Juli 2013

Kentang Panggang (Roasted Potatoes)

Kentang panggang ini adalah salah satu masakan favorit suamiku, bahkan sebelum jadi suami juga dia udah suka banget sama kentang panggang ini. Hihihihi...
Resepnya dulu aku peroleh dari salah satu temanku, namanya Siska, yang juga menjadi salah satu inspirasiku belajar baking dan cooking. Dulu gara-gara liat postingan kentang panggang di blog Siska akhirnya aku ngiler dan minta dibagi resepnya. Setiap buat kentang panggang ini pun jadi teringat Siska yang sekarang sedang berguru ke New Zealand untuk menjadi master baking. Hmmm...apa kabar ya Siska sekarang? :) Hal yang paling menyenangkan dari memasak atau membuat kue adalah ketika yang kita buat selalu membangkitkan memori indah akan seseorang. Btw..trimakasih bocoran resepnya ya Sis...:)#IndahnyaBerbagi

Bahan:
1 kg kentang, kupas dan potong-potong sesuai selera. Kukus hingga setengah matang.
200 gr ayam/sapi cincang atau tuna yang disuwir-suwir (lebih banyak lebih enak sih.hihihi..)
Bumbu:
5 siung bawang putih ukuran besar, keprek dan iris-iris
1 buah bawang bombay ukuran kecil, iris-iris
1/2 buah paprika merah, iris-iris
saos tomat secukupnya (bisa pakai tomat diparut sekitar 3-4 buah ukuran besar)
1 sdt oregano
1 sdt mixed herbs
1/2 sdt merica bubuk
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
Cara Membuat:
1. Saos Siram:Tumis bawang putih dan bombay sampai wangi dan layu. Masukkan secara berurutan paprika, ayam cincang, saos tomat dan bumbu-bumbu lainnya sambil diaduk sampai tercampur rata. Beri sedikit air dan masak sampai ayam matang dan menjadi saos yang agak kental.Angkat dan sisihkan.
2. Finishing: Tata kentang dalam pinggan tahan panas, dan setiap lapisan kentang sirami dengan bumbu saos siram tadi. Kemudian beri parutan mozarella (optional) dan panggang dalam oven dengan suhu 150 dercel selama 20-30 menit. 

Selamat mencoba :)

Jumat, 12 Juli 2013

Brokoli Siram


Masakan mudah tapi berkelas restoran? Ya brokoli siramlah jawabannya :) 
Bumbunya sangat mudah, bahan-bahannya pun dijual dipasar dan masaknya cepat bangetttt...jadi yang suka brokoli dengan cara masak yang mudah tapi sehat? Hayuukkkk segera dipraktekin resep ini yaaa...
Resep ini semalam juga menjadi bagian jamuan makan malam bersama teman-temanku yang makan malam di rumahku. Dan ternyata ini sayur favorit tamu-tamuku...terbukti dengan begitu cepatnya si brokoli siram ini ludes dan tandas. Hihihihi..
Bahan:
500 gr brokoli, potong sesuai ukuran yang diinginkan
150 gr ayam cincang
Bumbu:
4 siung bawang putih, krepek dan iris-iris
1/2 bawang bombay, iris-iris
1/2 buah paprika merah, iris-iris
Garam secukupnya
Saus tiram secukupnya
Air secukupnya, kentalkan dengan sedikit maizena

Cara Membuat:
1. Cuci bersih brokoli dan kukus hingga matang. Sekitar 15 menit dan masih kriuk-kriuk yaaa..
2. Angkat dan langsung rendam dalam air es, untuk menghentikan proses pemasakan agar brokoli tetap hijau cantik dan kriuk-kriuk. Tiriskan dan tata dalam piring saji.
3. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga wangi dan layu. Masukkan paprika dan ayam cincang. Aduk hingga ayam berubah warna dan paprika agak lemas. Beri garam dan saus tiram. Tuang sedikit air (yang tanpa maizena), masak hingga ayam matang. Lalu tuang 3-4 sdm air yang telah dicampur maizena. Aduk sebentar hingga mengental. Angkat dan siramkan pada brokoli. Hidangkan.

Ayam Panggang Kemiri

Bagi penyuka ayam resep ini wajib di coba..bukan promo bukan pula iklan tapi masakan ini bener-benr nendanggg rasanya :p
Semalam kami kedatangan tamu istimewa *ecieeehhhh..* yang diundang suami untuk dinner bareng dirumahku. Tadinya bingung mau masak apa yaa...yang mudah, enak dan ga pake ribet. Dan teringatlah aku pada mba Endang JTT..langsung deh meluncur tengah malam untuk mencari pencerahan ke web mba Endang. Dan pas banget ketemu postingan baru mba Endang yang bikin aku ngiler tengah malam. Akhirnya kuputuskan resep inilah yang akan aku eksekusi untuk menjamu teman-teman istimewaku. Makasi resepnya ya mbaaa...

Anyway..rasanya memang beneran enak banget. Bumbunya meresap dan rasanya sempurna. Walaupun aku panggangnya di oven..secara ga punya panggangan pake arang sih..Nabung dulu deh supaya bisa beli panggangan yang keren di Ace Hardware. Hihihihi..Semoga kesampean ya Tuhan...amin :)
Ayam panggang kemiri ini pas dimakan dengan sambal bawang mentah..rasanya? Cobain sendiri deh yaaa...:)

Baiklah..mari kita ceki-ceki deh resepnya..pake sedikit modifikasi yaaa..seperti biasa ;)
Bahan:
10 potong ayam negeri (sepertinya pakai ayam kampung lebih enak lagi nih :))
250 ml santan kelapa (aku pake santan Kara di encerkan dengan air)
Minyak goreng secukupnya
Bumbu dihaluskan:
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari jahe
2 ruas jari lengkuas (aku ga pake)
2 lembar daun salam
3 batang sereh, iris-iris (ambil bagian putihnya saja)
5 buah kemiri
1 sdt ketumbar
Bumbu pelengkap:
3 lembar daun pandan
1 sdt gula merah yang telah diserut
1 lembar daun jeruk
Asam jawa, dilarutkan dalam air hangat (aku pake 4 sdm)
garam secukupnya
Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga wangi, kemudian masukkan daun pandan, daun salam dan daun jeruk. Aduk hingga layu dan masukkan ayam. Campurkan ayam dengan bumbu hingga merata dan diamkan sebentar.
2. Tuang santan kedalam ayam, beri garam, gula merah dan air asam jawa. Aduk rata. dan diamkan hingga kuah santan mengering dan tersisa bumbunya saja.

3. Panaskan oven hingga 150 dercel kemudian panggang ayam hingga matang kecoklatan. Jangan lupa dibalik agar matangnya merata.
4. Setelah matang, pindahkan ke piring saji dan selamat menikmati yaaa.. :)


Selasa, 09 Juli 2013

Ayam Goreng Sambel Ijo

Untuk penyuka pedas, makanan satu ini pasti deh benar-benar bikin girang, ngiler dan tentunya kepedesan.Bagaimana tidak...ayamnya hanya 10 potong tapi sambelnya sepiring besar. Hihihihi..
Untuk yang ga suka pedas pasti serem ya bayanginnya, tapi penggila pedas wajib deh cobain resep ini. Rasanya seperti ditampar tapi nikmat :)
Terinspirasi dari web mba Endang Just Try And Taste. 
Semalam saat lagi jalan-jalan ke web mba Endang dan resep ini berhasil membuat air liur-ku terbit saat tengah malam. Akhirnya kuputuskan untuk mengeksekusi resep Ayam Sambel Ijo hari ini. Walaupun ada sedikit modifikasi, berhubung ada beberapa bumbu yang tidak tersedia di rumah dan males keluar untuk beli, rasanya tetap nikmat dan juara deh pokoknya. Hihihihi..
Bahan:
1 kg ayam negeri, potong-potong ukuran sedang
Bumbu Ayam (Haluskan):
5 siung bawang putih ukuran besar
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari lengkuas (optional)
1 sdt ketumbar
1/2 sdt merica
garam secukupnya

Sambel Ijo:
3 buah tomat hijau ukuran sedang/besar
7 buah cabe hijau
23 buah cabe rawit hijau
4 siung bawang merah ukuran besar
3 siung bawang putih
3 lembar daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
1 sdm air jeruk nipis
Lengkuas, memarkan (aku ga pake)

Cara Membuat:
1. Cuci bersih ayam dan masukkan bumbu ayam yang telah dihaluskan. Aduk hingga tercampur rata. Masukkan kedalam panci/penggorengan dan ungkep dengan api kecil sampai air dari daging ayam keluar dan mengering. Jangan lupa sesekali dibolak-balik agar matang merata.
2. Setelah Ayam selesai diungkep, goreng dalam minyak panas dan banyak hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan minyaknya dan tata di piring.
3. Sambel Ijo: Rebus tomat, cabe hijau, rawit hijau, bawang merah dan bawang putih hingga matang. Kemudian angkat dan haluskan.
4. Tumis sambel ijo dan masukkan daun salam, gula,garam dan air jeruk nipis. Aduk sesekali dan masak hingga harum. Matikan api dan siramkan ke atas ayam goreng tadi.

Minggu, 23 Juni 2013

Chicken Nugget Ekonomis


Hiyaaahhhhh...akhirnya aku berhasil bikin chicken nugget enak lhoo..Dulu banget pernah coba bikin sekali malah gagal, bukannya jadi chicken nugget malah jadinya chicken nyemek :(( *secara dikukus koq malah berkuah dan lembek*
Tapi sekarang kutukan chicken nugget udah pergi jauh-jauh ke laut. Karena chicken nugget-ku kali ini sukses beratssss *joget-joget girang*.
Resepnya kali ini aku dapat dari blog mba Endang Just Try and Taste *mbaaa..minta resepnya yaaaa..makasi mba peri baik hatiii*
Dalam proses pembuatan ada sedikit modifikasi, soalnya saat praktek dilapangan *di dapur kaleee* ada beberapa bahan yang tidak tersedia. Kenapa aku namakan ekonomis? Karena aku punya resep nugget yang lebih biayaan alias bahan-bahannya agak mihil alias mahal. Hehehehehe...
Bahan:
250 gr dada ayam fillet (cincang)
1 buah wortel kecil (parut kasar)
1/4 buah bawang bombay ukuran sedang (parut kasar)
2 buah bawang putih (parut atau haluskan)
2 butir telur
2 sendok makan tepung sagu (aku pakai 3 sdm sagu tani)
Bumbu:
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam (aku tambahkan keju parut sekitar 20 gram)
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt kecap ikan
2 sdm tepung panir (aku pake bread crumb)
2,5 sdm mayonaise (aku pake merk maestro)
Bahan Pelapis:
2 butir telur (kocok lepas
tepung panir secukupnya (aku pake bread crumb Mamasuka)

Cara Membuat:
1. Siapkan loyang, pastikan ukuran loyang pas dengan dandang kukusan. Alasi permukaan loyang dengan kertas roti dan olesi permukaan kertas dan bagian samping loyang dengan minyak sayur. Sisihkan.
2. Siapkan mangkuk dan masukkan semua bahan dan bumbu nugget, aduk rata.
3. Tuang adonan kedalam loyang dan ratakan permukaannya agar smooth.
4. Kukus adonan selama 30 menit hingga benar-benar matang.Jangan lupa tutup dandangnya dilapisi serbet agar airnya tidak masuk kedalam adonan nugget.
5. Jika akan dicetak dengan menggunakan cookie cutter maka jangan kukus adonan terlalu tebal. Karena hal ini akan menyulitkan ketika dicetak. Apabila akan dipotong-potong, olesi terlebih dahulu pisau dengan minyak sayur agar tidak lengket.
6. Bila sudah matang, keluarkan adonan dari kukusan, biarkan hingga benar-benar dingin. Lepaskan adonan dar loyang, buang kertas minyak yang melekat.
7. Setelah dipotong-potong, gulingkan dalam kocokan telur dan kemudian gulingkan lagi dalam bread crumb hingga terlapisi secara merata.
8. Masukkan ke dalam freezer selama beberapa jam agar bread crumb menempel dengan sempurna. Setelah itu goreng dalam minyak panas hingga berwarna keemasan.

Menurut suamiku...rasanya uenaakkk..secara dia sangat ga doyan chicken nugget dan buatanku ini dihabiskan sebanyak 8 potong *lapar ya mas bro?* Hihihihi.. Kata suamiku lagi..chicken nugget buatanku layak masuk resto *bangga tingkat negara*
Yasulah...cukup deh berbangga-bangga. Untuk teman-teman yang ingin mencoba..silahkannn..
Berikutnya aku mau coba chicken nugget yang resepnya beda lagi yaa..yang bahannya agak rempong bin mihil gitu deh..nanti kita bandingkan apakah rasanya berbeda? Hmmm...jadi penasaran...

Senin, 10 Juni 2013

Ayam Gota 'Batak Traditional Dish'


Udah sebulan blog ini ga di up date, dan semua gegara modem yang leletnya minta tolong. Tapi untungnya akhirnya bisa juga..hehehe..
Makanan kali ini adalah makanan khas tanah kelahiranku tercinta yaitu tanah batak alias Sumatera Utara. Namanya Ayam Gota atau juga Nanigotaan. Beberapa teman sering menyadurnya menjadi 'Bloody Chicken' secara masakan ini dicampur darah ayam tersebut. Untuk sebagian besar orang mungkin menjijikkan bahkan haram ya..tapi trust me ini rasanya enaaaakkkkk bangeeetttt..hihihihi..

Ini dia resepnya..semoga para orang batak dimana saja terutama yang diperantauan seperti saya ini bisa membuat dan menikmatinya. Sehingga terobati sudah kerinduan akan kampung halaman. Hehehe...
Bahan:
1 Ekor Ayam (ukuran sedang / sekitar 1 - 1,5 kg), potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
Darah Ayam yang telah dicampur perasan jeruk nipis dan garam (agar tidak membeku)
Bumbu Halus:
5 siung bawang putih
10 siung bawang merah
2 ruas jari kunyit
3 batang serai, iris-iris ambil bagian putihnya saja
1 ruas jari jahe, iris-iris
2 ruas jari lengkuas
1 - 1.5 sdt ketumbar
Andaliman secukupnya (bila ada)
Garam secukupnya
Pelengkap:
3 lembar Daun Jeruk
Air secukupnya (500 - 750 ml)
Air jeruk nipis secukupnya
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan  sampai harum, masukkan daun jeruk dan aduk rata.
2. Masukkan ayam kampung dan aduk hingga tercampur dengan bumbu.
3. Masukkan air, aduk ayam sampai terendam dan masak hingga daging empuk dan matang.
4. Cicipi garamnya dan tambahkan air jeruk nipis. Bila suka ada rasa kecut masukkan air jeruk nipis agak banyak (1 buah jeruk nipis ukuran agak besar).
5. Masukkan darah ayam, aduk dan biarkan sampai mendidih. Angkat dan sajikan.

Selamat mencoba :)